Vaksin Corona Buatan Sinovac Disorot Singapura dan Malaysia

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 19:12 WIB
Vaksinasi tahap pertama di Kota Bogor dilakukan hari ini. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjadi orang pertama di Kota Bogor yang disuntik vaksin Corona.
Foto: Ilustrasi vaksin Sinovac (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Vaksin virus Corona yang dikembangkan Sinovac Biotech mendapat sorotan dari Singapura dan Malaysia. Kedua negara itu akan memeriksa data vaksin Corona asal China itu.

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong mengatakan vaksin virus Corona Sinovac Biotech akan diharuskan melalui pengawasan dan otorisasi oleh badan Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA) sebelum dapat diluncurkan ke publik.

Dilansir The Straits Times, Jumat (15/1/2021), hal ini disampaikan menyusul rilis data hasil uji coba Brasil pada hari Selasa (12/1), yang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac hanya 50,4 persen efektif dalam mencegah infeksi simtomatik. Ini hampir tidak memenuhi ambang batas untuk persetujuan regulasi dan jauh di bawah tingkat efikasi yang diumumkan Brasil sebelumnya.

Gan mengatakan bahwa vaksin Sinovac saat ini belum disetujui otoritas Singapura.

"Kita akan memeriksa datanya dengan hati-hati saat tiba, daripada bergantung pada angka yang dilaporkan. Lebih baik mengandalkan data resmi yang kita terima dari Sinovac sendiri," ujarnya, Rabu (13/1) usai menerima dosis pertama dari vaksin Pfizer-BioNTech, satu-satunya vaksin Corona yang digunakan Singapura saat ini.

Dia menjelaskan, HSA akan menilai data-data tersebut begitu tiba di Singapura, dan komite ahli COVID-19 negara itu juga akan menilai apakah vaksin itu cocok untuk digunakan di Singapura.

"Kami akan membagikan detailnya lebih lanjut jika sudah ada," imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Malaysia. Otoritas Malaysia menyatakan ada kemungkinan untuk tidak jadi melakukan pengadaan vaksin Corona buatan Sinovac. Hal ini bisa terjadi jika pemerintah Malaysia tidak puas dengan keamanan dan kemanjuran vaksin buatan China tersebut.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (15/1/2021), Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin, dalam pernyataannya menuturkan bahwa pengadaan vaksin apapun harus mendapat persetujuan Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA).

"Jika kami tidak puas dengan keamanan dan kemanjurannya, kami tidak akan melanjutkan pengadaan," tegas Khairy dalam pernyataan via Twitter pada Rabu (13/1) waktu setempat.

"Data klinis terbaru untuk Sinovac baru saja dirilis. Kami akan meninjau datanya dan memutuskan," imbuhnya.

Simak juga video 'Apa Kabar Vaksin Merah Putih?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2