Hiroshima Akan Lakukan Tes Corona Massal Pertama di Jepang

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 18:56 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto: Ilustrator: Mindra Purnomo
Jakarta -

Otoritas kota Hiroshima akan melakukan tes COVID-19 massal pertama di Jepang untuk memerangi gelombang penyebaran virus Corona. Hal tersebut disampaikan seorang pejabat prefektur Hiroshima, Kazuhiro Saito, pada Jumat (15/1/2021) ini.

Saito menyebut tes Corona akan dilakukan pada 800.000 orang yang tinggal dan bekerja di kota Hiroshima, yang dihuni sekitar 1,2 juta orang.

"Kami ingin menemukan kasus-kasus positif sedini mungkin untuk mencegah penyebaran virus, terutama di wilayah kota ini," katanya kepada AFP, Jumat (15/1/2021).

Sebelas wilayah di Jepang saat ini berada di bawah keadaan darurat COVID-19 setelah negara itu berperang melawan gelombang ketiga infeksi COVID-19. Hiroshima tidak termasuk di dalamnya.

Melansir dari laporan Chugoku Shimbun, Gubernur Hiroshima, Hidehiko Yuzaki mengatakan pada hari Kamis (14/1/2021) bahwa jumlah infeksi per Desember di kota itu berada "pada tingkat yang berpotensi untuk masuk dalam keadaan darurat".

Pihaknya memperingatkan bahwa kota itu menghadapi penyebaran kasus COVID-19 yang amat cepat.

Rincian tentang kapan dan di mana tes massal gratis COVID-19 akan dilakukan belum diputuskan.

Jepang terkadang menghadapi kritik karena menghindari cara pengujian virus massal yang digunakan oleh beberapa negara lain. Padahal para ahli berpendapat pengujian massal dan pelacakan kontak dapat membantu mengendalikan infeksi.

Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki angka kematian terkait Corona yang relatif kecil hingga saat ini. Tercatat ada lebih dari 4.100 kematian sejak infeksi pertama di Jepang dikonfirmasi setahun yang lalu.

(Syahidah Izzata Sabiila/ita)