Round-Up

Aksi Massa Trump Geruduk Capitol Dibumbui Teori Konspirasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 21:00 WIB
Pasukan Garda Nasional memperketat penjagaan Gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat. Penjagaan ini dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.
Foto: Gedung Capitol kini dijaga ketat (AP Photo)
Washington DC -

Aksi massa pendukung Donald Trump saat menyebut Gedung Capitol AS disebut sudah terencana. Mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), James Comey, mengungkap beberapa konspirasi di balik kerusuhan itu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/1/2021), Comey dalam wawancara dengan penyiar CNN, Jake Tapper, menyebut bukti yang ada menunjukkan Gedung Capitol AS merupakan konspirasi terorganisir.

"Tidak ada keraguan setidaknya ada beberapa konspirasi," ucap mantan bos FBI itu. "Orang-orang berkeliaran yang mempraktikkan hak Amandemen Pertama tidak membawa tali dan tangga serta palu besar ke acara spontan," cetusnya.

"Ini adalah serangan terencana seperti menyerang sebuah kastil," tegas Comey memberikan perumpamaan.

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur Virginia, Ralph Northam, menyebut aksi para perusuh Gedung Capitol pada 6 Januari lalu 'didorong oleh teori konspirasi dan kebohongan dari seorang presiden yang tidak dapat menerima kekalahan'.

Selanjutnya
Halaman
1 2