Round-Up

Aksi Massa Trump Geruduk Capitol Dibumbui Teori Konspirasi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 21:00 WIB
Pasukan Garda Nasional memperketat penjagaan Gedung Capitol, Washington, Amerika Serikat. Penjagaan ini dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.
Foto: Gedung Capitol kini dijaga ketat (AP Photo)

"Tujuan mereka sederhana: membatalkan pemilihan yang sah dan adil," ucapnya.

"Itu menjadi pemandangan yang tidak saya percayai saya lihat dalam hidup kita. Tapi tidak ada yang terjadi begitu saja. Tidak ada yang merupakan insiden dan tidak ada yang spontan," tegas Northam.

Pernyataan itu disampaikan setelah CNN melaporkan adanya sejumlah bukti yang muncul, seperti senjata dan taktik yang terlihat dalam CCTV, yang membuat pejabat penegak hukum AS meyakini rusuh di Gedung Capitol AS direncanakan sebelumnya dan bukan aksi protes yang tak terkendali.

Di antara bukti-bukti yang tengah diperiksa FBI adalah indikasi bahwa beberapa demonstran di luar Gedung Putih, meninggalkan acara lebih awal yang diduga untuk mengambil barang-barang yang akan digunakan dalam penyerbuan Gedung Capitol AS.

Tim penyidik dan jaksa, menurut seorang sumber pejabat penegak hukum federal AS kepada CNN, fokus pada aspek komando dan kontrol serangan, juga melihat catatan perjalanan dan komunikasi untuk menentukan apakah mereka bisa membangun kasus yang mirip dengan penyelidikan kontraterorisme.

Jaksa penuntut kasus korupsi juga dilibatkan dalam penyelidikan karena keahlian mereka dalam penyidikan keuangan. "Kami mengikuti uangnya," ucap sumber pejabat AS itu.

Halaman

(rdp/rdp)