Satu Pasukan Perdamaian PBB Terbunuh di Mali, Tujuh Luka-luka

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 04:16 WIB
A peacekeeper by the United Nations patrols outside the mosque in Mopti, central Mali, during the visit of the United Nations General Secretary on May 30, 2018. - United Nations General Secretary vowed on May 30, 2018 to pursue support for an anti-terror force gathering five Sahel nations, despite a US rebuff for UN funding. (Photo by Sebastien Rieussec / AFP)
Ilustrasi pasukan perdamaian di Mali (Foto: Sebastien Rieussec / AFP)
Timbuktu -

Pasukan perdamaian dari misi PBB di Mali mendapat serangan dari para pemberontak. Serangan itu terjadi ketika pasukan perdamaian sedang konvoi di pusat Kota Timbuktu.

Dilansir AFP, Kamis (14/1/2021), ada seorang pasukan perdamaian tewas dalam serangan itu. Meski demikian, juru bicara PBB Stephane Dujarric tak menyebutkan secara rinci dari negara mana pasukan perdamaian tersebut.

"Mmisi PBB telah mengamankan daerah itu, memberikan evakuasi korban dan meluncurkan penyelidikan," ujar Dujarric.

Selain membunuh seorang pasukan perdamaian, serangan tersebut juga melukai tujuh orang lainnya. Misi di Mali merupakan yang paling mematikan dari penjaga perdamaian PBB.

Serangan tersebut terjadi saat ada pertemuan triwulanan Dewan Keamanan di Mali. Pertemuan itu membahas proses perdamaian.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan prihatin atas serangan tersebut. Menurutnya, kondis keamanan di Mali saat ini tengah memburuk.

"Situasi keamanan yang tidak menentu dan memburuk di Mali tengah dan utara," kata Antonio.

Dia mendesak pasukan pemberontak untuk menghentikan kekerasan. Sebab, hal itu menyebabkan kondisi semakin memburuk.

(man/man)