Palestina Sebut Israel Lalaikan Tugas Beri Pasokan Vaksin Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 18:05 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu disuntik vaksin Pfizer-BioNTech. Ia dan Menteri Kesehatan Israel diketahu jadi yang pertama disuntik vaksin COVID-19 di negara itu.
Ilustrasi (dok. AP Photo/AMIR COHEN)
Ramallah -

Otoritas Palestina mengharapkan untuk menerima pasokan pertama vaksin virus Corona (COVID-19) pada Maret mendatang di bawah kesepakatan dengan AstraZeneca. Palestina menuduh Israel melalaikan tugas untuk memastikan pasokan vaksin Corona tersedia di wilayah pendudukan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (11/1/2021), sementara Israel menjadi salah satu pemimpin dunia dalam vaksinasi per kapita, warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel belum juga mendapatkan pasokan pertama.

Direktur Jenderal Kesehatan Publik Palestina, Yasser Bozyeh, menuturkan kepada Reuters bahwa selain mencapai kesepakatan dengan AstraZeneca, Palestina juga mencari pasokan vaksin Corona dari Moderna, Johnson & Johnson dan Rusia yang mengembangkan vaksin Sputnik V.

Pasokan vaksin Corona juga akan diterima melalui program vaksin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut Israel telah 'mengabaikan tugasnya sebagai kekuatan pendudukan dan melakukan diskriminasi rasial terhadap rakyat Palestina, merampas hak mereka untuk mendapat layanan kesehatan'.

"Pencarian oleh kepemimpinan Palestina untuk mendapatkan vaksin dari berbagai sumber tidak membebaskan Israel dari tanggung jawabnya terhadap rakyat Palestina dalam menyediakan vaksin," sebut Kementerian Luar Negeri Palestina dalam pernyataannya.

Di bawah perjanjian damai sementara dengan Israel, Otoritas Palestina menjalankan pemerintahan sendiri secara terbatas di Tepi Barat. Sedangkan kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza.

Selanjutnya
Halaman
1 2