Kasus Corona Cetak Rekor, PM Thailand Imbau Warga Tetap di Rumah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 14:54 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2020, file photo, a health worker in protective clothing collects nasal swab sample from a man to test for COVID-19 in Samut Sakhon, south of Bangkok. Thailand, which has kept the coronavirus largely in check for most of the year, is facing a challenge from a large outbreak of the virus among migrant workers in the province close to Bangkok.(AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File)
Tenaga medis dengan APD melakukan tes swab di Samut Sakhon, yang menjadi lokasi klaster penularan baru Corona (AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File)
Bangkok -

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayuth Chan-O-Cha, mengimbau warganya untuk tetap berada di dalam rumah demi membantu mengendalikan penyebaran virus Corona (COVID-19) yang melonjak tajam beberapa waktu terakhir. Thailand baru saja mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus Corona harian di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (4/1/2021), otoritas Thailand melaporkan 745 kasus Corona dalam 24 jam terakhir -- yang mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus harian di negara ini. Satu tambahan kematian akibat Corona juga tercatat di Thailand pada Senin (4/1) waktu setempat.

Dengan lonjakan tersebut, sejauh ini total 8.439 kasus Corona terkonfirmasi di Thailand, dengan 65 kematian yang cenderung rendah di kawasan Asia.

Kebanyakan kasus baru Corona di Thailand terkait dengan klaster penularan pekerja migran yang berawal di Provinsi Samut Sakhon beberapa waktu terakhir. Klaster di Samut Sakhon itu telah memicu penularan Corona di lebih dari separuh provinsi di wilayah Thailand.

Pemerintah Thailand telah menerapkan 28 provinsi, termasuk Bangkok, sebagai zona risiko tinggi untuk penularan Corona dan meminta orang-orang bekerja dari rumah serta menghindari perkumpulan dan bepergian ke provinsi lain.

Klaster di Samut Sakhon pertama terdeteksi bulan lalu di sebuah pasar makanan laut setempat. Banyak pekerja migran di pasar itu yang akhirnya tertular Corona.

PM Prayuth menyatakan bahwa pemerintah mempertimbangkan potensi dampak ekonomi dari langkah penanganan yang kuat selama pandemi Corona.

"Kita tidak ingin mengunci seluruh negara kita karena kita tahu apa masalahnya, oleh karena itu bisakah Anda semua mengunci diri Anda sendiri?" ucap PM Prayuth dalam imbauannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2