Corona Mengganas, Jepang Kaji Penetapan Keadaan Darurat di Tokyo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 09:27 WIB
Covid-19: Tak cuma di Eropa, kasus varian baru virus corona ditemukan di Kanada dan Jepang
Foto: Corona di Jepang (BBC Magazine)
Tokyo -

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan pengumuman keadaan darurat untuk Tokyo dan tiga prefektur sekitarnya pada awal minggu ini. Pertimbangan ini muncul usai kasus virus Corona meningkat dan membebani sistem medis negeri sakura itu.

Dilansir Reuters, Senin (4/1/2021) Jepang mencatat rekor 4.520 kasus baru Corona pada 31 Desember dalam gelombang baru infeksi. Hal itu mendorong otoritas Tokyo dan prefektur tetangga untuk meminta pemerintah nasional mengumumkan keadaan darurat.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga sejauh ini menolak seruan tersebut, mengingat dampak buruknya pada ekonomi. Dia akan mengadakan konferensi pers untuk menandai dimulainya 2021 pukul 11 pagi waktu setempat.

Sebagai tindakan sementara, restoran dan ruang karaoke di area Tokyo diminta tutup pada pukul 8 malam. Sementara bisnis yang menyajikan alkohol harus tutup pada pukul 7 malam.

Jika diumumkan, ini akan menjadi kedua kalinya sejumlah bagian Jepang memasuki keadaan darurat terkait pandemi COVID-19. Yang pertama berlangsung selama lebih dari sebulan musim semi lalu, ketika sekolah dan bisnis non esensial diminta untuk tutup.

Jepang lebih mengandalkan penutupan sukarela dan pembatasan perjalanan daripada jenis tindakan lockdown (penguncian) yang kaku seperti di negara-negara lain.

Meskipun jumlah kasus Corona di Jepang tidak seberapa jika dibandingkan dengan banyak bagian Eropa dan Amerika, Suga memiliki tantangan menjadi tuan rumah Olimpiade di Tokyo musim panas ini setelah pandemi menyebabkan penundaan pertama Olimpiade pada tahun 2020.

(rdp/ita)