Kanselir Jerman Khawatir Pandemi Corona Berlanjut Hingga 2021

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 09:38 WIB
Sambil Memohon, Kanselir Angela Merkel Instruksikan Pembatasan Corona Ketat
Foto: Angela Merkel (DW News)
Berlin -

Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan sambutan tahun barunya. Dia menyebut krisis virus Corona "bersejarah" Jerman akan berlanjut hingga 2021 bahkan jika vaksin bisa membawa harapan.

Dilansir AFP, Kamis (31/12/2020) sambutan itu disampaikan oleh Merkel pada Kamis (31/12). Merkel juga mengecam teori konspirasi yang diajukan oleh para skeptis sebagai tindakan yang tidak hanya "salah dan berbahaya" tapi juga "sinis dan kejam" terhadap mereka yang menderita selama pandemi.

"Hari-hari ini dan minggu-minggu ini... adalah masa-masa sulit bagi negara kita," kata Merkel memperingatkan. "Dan itu akan bertahan untuk sementara waktu."

Berbicara dalam pidato Tahun Baru terakhirnya sebagai kanselir setelah empat masa jabatan, pesan Merkel menyampaikan pesannya soal bahaya pandemi.

"Musim dingin tetap sulit," katanya. "Tantangan yang ditimbulkan pandemi tetap besar."

Merkel berterima kasih pada sebagian besar orang Jerman yang telah mematuhi pembatasan keamanan yang diberlakukan oleh pihak berwenang untuk mencoba memeriksa penyebaran virus Corona.

Namun, dia memiliki kata-kata kasar untuk para skeptis, banyak dari mereka telah melakukan protes mereka ke jalan, beberapa dari mereka mengabaikan langkah-langkah keamanan seperti memakai masker.

"Saya hanya bisa membayangkan kepahitan yang dirasakan oleh mereka yang berduka atas orang yang dicintai karena virus Corona, atau mereka yang masih menderita akibatnya, ketika keberadaan virus itu diperdebatkan atau disangkal oleh beberapa orang," katanya.

Simak juga video 'Mengintip Ruang Rahasia Penyimpanan Vaksin di Jerman':

[Gambas:Video 20detik]



"Teori konspirasi tidak hanya salah dan berbahaya, tapi juga sinis dan kejam terhadap orang-orang ini," tambahnya.

Namun demikian, masih ada harapan untuk tahun yang akan datang, tambahnya.

"Untuk beberapa hari, harapan memiliki wajah baru: Orang pertama yang divaksinasi" di panti jompo dan di antara petugas kesehatan, kata Merkel.

Jerman, yang dipuji karena penanganan gelombang pertama Corona, telah terdampak oleh gelombang kedua.

Lebih dari 32.000 orang kini telah meninggal dunia akibat Corona di Jerman. Pada Rabu (30/12) jumlah kematian harian melewati 1.000 untuk pertama kalinya - meskipun para pejabat mengatakan ini sebagian karena terlambatnya pelaporan angka-angka sebelumnya.

Negara ini diisolasi sebagian hingga 10 Januari, dengan sebagian besar toko tutup bersama dengan sekolah, restoran, fasilitas budaya dan rekreasi.

(rdp/dhn)