Dituduh Trump Terlibat Serangan Siber terhadap AS, Ini Kata China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Des 2020 17:35 WIB
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky)
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo/Patrick Semansky)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh pemerintah China terlibat dalam serangan siber besar-besaran terhadap pemerintah AS. Beijing menyebut tuduhan itu adalah "lelucon" yang dibuat untuk motif politik.

Sebelumnya, Trump mengatakan dalam cuitan di Twitter, peretasan berskala besar terhadap badan-badan pemerintah AS termasuk Departemen Keuangan "terkendali" pada hari Sabtu (19/12) waktu setempat.

Namun dalam cuitannya, Trump melemahkan penilaian pemerintahannya sendiri bahwa Rusia berada di balik serangan siber tersebut, dengan mengatakan China "mungkin" juga telah terlibat, tanpa memberikan bukti apa pun.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/12/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin tidak secara langsung menyangkal keterlibatan Beijing, tetapi menyebut tuduhan AS soal serangan siber itu "tidak serius, dan kontradiktif."

"Tuduhan yang dibuat oleh AS terhadap China selalu menjadi lelucon, karena motif politik," kata Wang dalam jumpa pers hari ini.

"AS telah mempolitisasi masalah keamanan siber, terus menyebarkan informasi palsu tanpa bukti konklusif ... dalam upaya untuk menghancurkan citra China dan menyesatkan komunitas internasional," imbuhnya.

Sebelumnya pada Juli lalu, dua warga negara China didakwa oleh AS karena berusaha mencuri penelitian vaksin virus Corona dan meretas ratusan perusahaan. Beijing membantahnya dan menuduh Washington melakukan "fitnah".

Selanjutnya
Halaman
1 2