Sejumlah Roket Meledak Dekat Kedutaan Amerika Serikat di Irak

ADVERTISEMENT

Sejumlah Roket Meledak Dekat Kedutaan Amerika Serikat di Irak

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Des 2020 11:11 WIB
Iraqi army soldiers are deployed in front of the U.S. embassy, in Baghdad, Iraq, Wednesday, Jan. 1, 2020. Iran-backed militiamen have withdrawn from the U.S. Embassy compound in Baghdad after two days of clashes with American security forces. (AP Photo/Nasser Nasser)
tentara berjaga di kompleks Kedutaan Besar Irak di Baghdad (Foto: AP Photo/Nasser Nasser)
Jakarta -

Sejumlah roket meledak di dekat Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Baghdad, ibu kota Irak. Serangan roket ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan menjelang peringatan setahun kematian jenderal tertinggi Iran, Qasem Soleimani akibat serangan AS di Irak.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (21/12/2020), wartawan AFP di timur ibu kota Irak mendengar setidaknya lima ledakan pada Minggu (20/12) malam waktu setempat.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara gemuruh tembakan cepat dan dan kilatan cahaya di langit malam, menandakan sistem pertahanan roket C-RAM milik Kedubes AS telah diaktifkan.

Pasukan keamanan Irak mengeluarkan pernyataan yang mengatakan serangan roket itu menyebabkan kerusakan material, tetapi tidak ada korban.

Seorang sumber keamanan mengatakan kepada AFP, setidaknya tiga roket mendarat di dekat Kedubes AS di kawasan Zona Hijau dengan keamanan tinggi, sementara dua roket lainnya menghantam lingkungan perumahan yang terpisah.

Seorang anggota parlemen mengatakan kepada AFP bahwa rumahnya terkena pecahan roket, kemungkinan disebabkan oleh defleksi C-RAM atau ledakan roket yang masuk.

Kedutaan besar AS dan situs-situs militer dan diplomatik asing lainnya telah menjadi sasaran puluhan roket dan serangan bom pinggir jalan sejak musim gugur 2019.

Pejabat Barat dan Irak menyalahkan kelompok garis keras, termasuk faksi pro-Iran, Kataeb Hezbollah atas serangan-serangan roket tersebut.

Pada bulan Oktober, kelompok-kelompok ini menyetujui gencatan senjata yang tidak terbatas, tetapi serangan pada hari Minggu (20/12) tersebut merupakan pelanggaran ketiga yang terlihat.

Serangan yang pertama terjadi pada 17 November, saat sejumlah roket menargetkan Kedutaan AS dan berbagai bagian ibu kota Irak. Serangan itu menewaskan seorang wanita muda.

Kemudian pada 10 Desember, dua konvoi yang mengangkut peralatan logistik untuk koalisi pimpinan AS yang membantu pasukan Irak melawan militan, menjadi sasaran bom pinggir jalan.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT