International Updates

Hakim AS Perintahkan Buka Dokumen Khashoggi, Adik Kim Jong-Un Marah ke Korsel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 18:02 WIB
Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi (Foto: Chris McGrath/Getty Images)

Seperti dilansir CNN dan Associated Press, Rabu (9/12/2020), Kim Yo-Jong mengecam Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel, Kang Kyung-wha, yang disebutnya melontarkan 'pernyataan sembrono' terkait langkah darurat anti-epidemi di Korut.

Disebutkan Kim Yo-Jong bahwa pernyataan Menlu Korsel itu disampaikan 'tanpa mempertimbangkan konsekuensinya'. Pernyataan Kim Yo-Jong ini disampaikan melalui kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA).

- Mahkamah Agung Tolak Gugatan Trump Atas Kemenangan Biden di Pennsylvania

Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) memberikan pukulan telak bagi upaya Presiden Donald Trump untuk mengubah hasil pilpres AS 2020. Dalam putusan terbaru, Mahkamah Agung AS menolak gugatan yang diajukan sekutu Trump untuk memblokir kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, di Pennsylvania.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/12/2020), Mahkamah Agung yang merupakan pengadilan tertinggi di AS tidak menjelaskan lebih lanjut putusan terbaru tersebut. Meskipun tiga dari sembilan hakim agung ditunjuk oleh Trump, disebutkan putusan menolak gugatan sekutu Trump ini diambil secara bulat.

Lebih dari sepekan setelah pilpres 3 November digelar, Trump masih menolak mengakui kekalahannya dari Biden -- yang memiliki keunggulan 7 juta suara -- dan terus melontarkan klaim tak berdasar soal kecurangan pilpres.

- Hakim AS Perintahkan Dokumen Pembunuhan Khashoggi Diungkap ke Publik

Seorang hakim di New York, Amerika Serikat (AS), memerintahkan badan intelijen AS untuk mengungkap sebagian dokumen terkait kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Salah satunya adalah mengakui adanya rekaman terkait pembunuhan Khashoggi tahun 2018 lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (9/12/2020), hakim AS itu juga menginstruksikan Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) untuk menjelaskan mengapa mereka menahan rekaman tersebut dan menjelaskan laporan CIA soal pembunuhan mengerikan itu.

Khashoggi yang seorang kolumnis media terkemuka AS, Washington Post, dilaporkan tewas dicekik dan dimutilasi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, setelah dia datang ke sana untuk mengambil dokumen untuk pernikahannya dengan tunangannya yang seorang wanita Turki.


(ita/ita)