Ada Kebocoran Gas di Bawah Tanah, 18 Pekerja Tambang China Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 13:59 WIB
Rescue workers are pictured at the site of a landslide on December 26, 2015 in Hpakant, Kachin State, the war-torn area that is the epicentre of Myanmars secretive billion dollar jade industry. Rescuers were searching through mud and rubble after a new landslide buried workers in the remote jade mining region in northern Myanmar, the second such incident in just over a month. AFP PHOTO / AFP PHOTO / STR
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/STR)
Beijing -

Sedikitnya 18 pekerja tambang di China tewas setelah terjadi kebocoran karbon monoksida di sebuah lokasi tambang batu bara setempat. Upaya penyelamatan masih berlangsung untuk menjangkau lima pekerja tambang lainnya yang masih terjebak di bawah tanah.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (5/12/2020), media nasional China, CCTV, melaporkan bahwa insiden ini terjadi di area tambang Diaoshudong di kota Chongqin, China bagian barat daya, pada Jumat (4/12) waktu setempat. CCTV menyebut ada 24 pekerja tambang yang terjebak usai terjadi kebocoran gas di bawah tanah.

Hingga Sabtu (5/12) pagi waktu setempat, baru satu korban selamat yang berhasil ditemukan dievakuasi keluar. Sebanyak 18 pekerja tambang lainnya ditemukan dalam kondisi telah tak bernyawa.

Laporan CCTV yang mengutip markas komando penyelamatan darurat setempat menyebut bahwa insiden ini terjadi saat para pekerja sedang membongkar peralatan tambang bawah tanah. Diketahui bahwa area tambang itu telah ditutup selama dua bulan sebelumnya.

Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa penyidik setempat tengah mencari tahu penyebab kebocoran karbon monoksida tersebut.

Insiden di area tambang cukup sering terjadi di wilayah China, di mana industri tambangnya memiliki catatan keselamatan yang buruk dan penegakan aturan sangat lemah. Tahun 2013 lalu, sedikitnya tiga orang tewas dalam insiden tambang serupa.

Pada September lalu, sedikitnya 16 pekerja tewas dalam insiden tambang lainnya di pinggiran Chongqing. Dalam insiden ini, sabuk conveyor di bawah tanah terbakar dan kobaran apinya memicu karbon monoksida hingga level berbahaya.

Simak video 'Detik-detik Pipa Gas Bocor di Lokasi Proyek Tol Layang Cakung':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/rdp)