Ditahan Sejak 2018, Pangeran Arab Saudi Dipindah ke Lokasi Rahasia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 13:49 WIB
Prince Salman bin Abdulaziz (above) and his father have been moved from a guarded villa in Riyadh.PHOTO: AFP
Pangeran Salman bin Abdulaziz (AFP Photo)
Riyadh -

Seorang pangeran Arab Saudi yang ditahan di sebuah vila yang dijaga ketat di Riyadh, telah dipindahkan ke sebuah 'lokasi yang dirahasiakan'. Pangeran Saudi ini ditahan tanpa ada dakwaan resmi yang dijeratkan terhadapnya.

Seperti dilansir AFP, Kamis (3/12/2020), informasi itu diungkapkan oleh seorang anggota parlemen Eropa dalam suratnya yang dilihat AFP pada Sabtu (2/12) waktu setempat. Pangeran Saudi yang bernama Pangeran Salman bin Abdulaziz itu sudah nyaris tiga tahun terakhir ditahan bersama ayahnya, Abdulaziz bin Salman.

Keduanya ditahan sejak Januari 2018 saat otoritas Saudi meluncurkan operasi penindakan besar-besaran. Para pendukung Pangeran Salman yang kini berusia 37 tahun bertanya-tanya mengapa anggota keluarga kerajaan kecil yang tidak memberikan ancaman terhadap Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, itu menjadi target penangkapan.

Pemindahan lokasi penahanan Pangeran Salman itu juga menyoroti penolakan Saudi terhadap tekanan internasional yang menyerukan pembebasannya.

Dituturkan dua sumber bahwa Pangeran Salman yang mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Sorbonne, Prancis ini ditahan bersama ayahnya di sel isolasi selama sekitar satu tahun di penjara Al-Hai'r yang memiliki pengamanan ketat di dekat Riyadh, kemudian dipindahkan ke sebuah vila setempat yang dijaga ketat.

Pada Maret lalu, Pangeran Salman sempat dipindahkan ke lokasi penahanan rahasia sebelum dikembalikan ke vila yang sama sekitar dua bulan kemudian. Pemindahan itu dilakukan saat upaya lobi Amerika Serikat (AS) dan petisi dari anggota parlemen Eropa yang menyerukan pembebasannya.

Pada Sabtu (28/11) lalu, menurut anggota parlemen Eropa, Marc Tarabella, Pangeran Salman dan ayahnya dipindahkan dari vila itu dan 'dibawa ke lokasi yang dirahasiakan'.

"Jelas bahwa perampasan kebebasan mereka saat ini merupakan tindakan sewenang-wenang, dan mengarah pada pelanggaran kewajiban domestik dan internasional Saudi," tulis Tarabella dalam suratnya kepada Duta Besar Saudi untuk Uni Eropa.

Simak video 'PM Palestina Sedih AS-Israel Temui Putra Mahkota Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2