Media Iran Sebut Senjata untuk Bunuh Ilmuwan Nuklir Dibuat di Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 18:34 WIB
This photo released by the semi-official Fars News Agency shows the scene where Mohsen Fakhrizadeh was killed in Absard, a small city just east of the capital, Tehran, Iran, Friday, Nov. 27, 2020.  Fakhrizadeh, an Iranian scientist that Israel alleged led the Islamic Republics military nuclear program until its disbanding in the early 2000s was “assassinated” Friday, state television said.  (Fars News Agency via AP)
Situasi di lokasi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran (AP Photo)
Teheran -

Laporan media Iran menyebut senjata yang digunakan untuk membunuh ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh, merupakan buatan Israel. Otoritas Iran sebelumnya menyalahkan Israel sebagai dalang di balik pembunuhan ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), laporan terbaru Press TV, media Iran yang berbahasa Inggris, menyebut adanya temuan senjata di lokasi kejadian.

"Senjata yang ditemukan di lokasi aksi teroris (di mana Fakhrizadeh dibunuh) memiliki logo dan spesifikasi industri militer Israel," sebut seorang sumber yang dikutip Press TV.

Laporan media-media lokal Iran memberikan informasi berbeda-beda soal pembunuhan itu. Kantor berita Fars sebelumnya menyebut Fakhrizadeh dibunuh oleh senapan mesin yang dioperasikan dengan remote control, sedangkan Al Alam TV yang berbahasa Arab melaporkan senjata yang digunakan untuk membunuh Fakhrizadeh 'dikendalikan oleh satelit'.

Namun sejumlah saksi mata menuturkan kepada televisi nasional Iran bahwa ada sejumlah pria bersenjata di lokasi kejadian.

Fakhrizadeh tewas akibat luka-luka yang dideritanya saat terjadi baku tembak antara pengawalnya dengan sekelompok pria bersenjata di Teheran, pekan lalu. Mobil yang ditumpangi sang ilmuwan diserang oleh sekelompok penyerang yang tidak diketahui identitasnya.

Seremoni pemakamannya digelar di Teheran bagian utara pada Senin (30/11) waktu setempat.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, beserta para ulama dan pemimpin militer Iran menyalahkan Israel sebagai dalang atas pembunuhan itu. Rouhani juga menekankan bahwa Iran akan membalas dendam pada 'waktu yang tepat' dan tidak akan terburu-buru agar tidak masuk ke dalam 'perangkap'.

Selanjutnya
Halaman
1 2