Dituduh Dalangi Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Ini Kata Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 14:53 WIB
In this picture released by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Mohsen Fakhrizadeh sits in a meeting with Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei in Tehran, Iran, Jan. 23, 2019. Fakhrizadeh, an Iranian scientist that Israel alleged led the Islamic Republics military nuclear program until its disbanding in the early 2000s was killed in a targeted attack that saw gunmen use explosives and machine gun fire Friday Nov. 27, 2020, state television said. Two others are unidentified. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Mohsen Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran yang dibunuh (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Tel Aviv -

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuding Israel ada di balik pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka di Teheran. Menanggapi tuduhan itu, seorang menteri Israel mengakui dirinya tak tahu-menahu soal siapa dalang pembunuhan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), Tzachi Hanegbi yang menjawab Menteri Urusan Permukiman Israel menyampaikan komentar tersebut dalam acara Meet the Press yang digelar media Israel, N12, pada Sabtu (28/11) waktu setempat.

"Saya tidak tahu siapa yang melakukannya," ucap Hanegbi yang juga orang kepercayaan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu ini.

"Bukannya mulut saya tertutup karena saya bertanggung jawab, saya sungguh tidak tahu," tegasnya, merujuk pada pembunuh ilmuwan terkemuka Iran.

Ilmuwan nuklir Iran yang bernama Mohsen Fakhrizadeh tewas akibat luka-luka yang dideritanya saat terjadi baku tembak antara pengawalnya dengan sekelompok pria bersenjata di Teheran, pekan lalu. Mobil yang ditumpangi sang ilmuwan diserang oleh sekelompok penyerang yang tidak diketahui identitasnya.

Presiden Rouhani sebelumnya menuduh Israel yang merupakan musuh bebuyutan Iran, sebagai dalang pembunuhan itu. Dia menyebut Israel berusaha menciptakan 'kekacauan' dengan membunuh salah satu ilmuwan nuklir terkemuka Iran.

"Kami akan merespons pembunuhan martir Fakhrizadeh pada waktu yang tepat," tegas Presiden Rouhani. "Bangsa Iran lebih pintar daripada jatuh ke dalam perangkap Zionis. Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan," imbuhnya.

(nvc/ita)