Penasihat Trump Pergi ke Arab Saudi, Akan Bertemu Putra Mahkota

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 09:34 WIB
FILE - In this Thursday, Aug. 13, 2020 file photo, President Donald Trumps White House senior adviser Jared Kushner speaks at a press briefing at the White House in Washington, after Trump announced that the United Arab Emirates and Israel have agreed to establish full diplomatic ties. Speaking to reporters from the Middle East in a conference call, Kushner said Monday that the Palestinian leaderships credibility has fallen to an “all time low” and that the Trump administration wouldnt “chase” the Palestinians over a peace deal if they continued to reject their every overture. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jared Kushner (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Washington DC -

Penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, yang juga menantu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terbang ke Arab Saudi dan Qatar bersama timnya. Di Saudi, Kushner dijadwalkan akan bertemu Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11/2020), kunjungan Kushner ke Saudi dan Qatar ini dilakukan di tengah ketegangan yang menyelimuti kawasan Timur Tengah usai pembunuhan seorang ilmuwan nuklir Iran. Kunjungan ini akan dilakukan pada pejan ini.

Dituturkan seorang pejabat senior pemerintahan AS, pada Minggu (29/11) waktu setempat, bahwa Kushner akan bertemu MBS di kota Neom, Saudi dan akan bertemu juga dengan Emir Qatar beberapa hari setelahnya. Tujuan dari kunjungan ini tidak diketahui secara jelas, namun disebutkan bahwa Kushner akan melakukan pembicaraan dengan MBS dan Emir Qatar.

Dalam kunjungannya ke Saudi dan Qatar, Kushner dilaporkan didampingi oleh Utusan Timur Tengah, Avi Berkowitz dan Brian Hook, serta Kepala Eksekutif Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional, Adam Boehler.

Pejabat senior AS enggan menuturkan lebih detail soal kunjungan Kushner ke Saudi dan Qatar karena alasan keamanan.

Namun diketahui bahwa Kushner dan timnya membantu merundingkan kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan Bahrain, Uni Emirat Arab dan Sudan sejak Agustus lalu. Menurut pejabat senior AS yang enggan disebut namanya, pemerintahan Trump menginginkan kemajuan dalam kesepakatan semacam itu sebelum Presiden terpilih AS, Joe Biden, dilantik pada 20 Januari thaun depan.

Sejumlah pejabat AS meyakini bahwa membujuk Saudi untuk mencapai kesepakatan dengan Israel akan mendorong negara-negara Arab lainnya mengikuti. Namun Saudi tampaknya tidak berada di ambang batas untuk mencapai kesepakatan semacam itu dan para pejabat AS dalam beberapa pekan terakhir lebih fokus pada negara-negara lain, dengan kekhawatiran soal pengaruh Iran menjadi faktor pemersatu.

Tonton video 'PM Palestina Sedih AS-Israel Temui Putra Mahkota Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2