Maradona, Politik, dan Agama

Maradona: Saya Benci Semua yang Berasal dari Amerika Serikat

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 11:24 WIB
Maradona menunjukkan kaus bergambar Stop Bush. (Daniel Luna/AP)
Maradona menunjukkan kaus bergambar 'Stop Bush'. (Daniel Luna/AP)
Jakarta -

Diego Maradona pernah menjadi magnet demonstran anti-Amerika Serikat (AS). Dia mengutuk Presiden AS George Walker Bush dan ikut menentang perang Irak bersama lautan massa di Argentina.

Dia tampil mengenakan kaus putih bertuliskan 'Stop Bush' dalam segi delapan rambu lalu lintas warna merah. Huruf 's' dalam 'bush' diganti dengan swastika ala Nazi.

"Saya bangga sebagai orang Argentina untuk mengutuk kehadiran sampah manusia itu, George Bush!" kata Maradona, dilansir The Guardian dalam berita bertanggal 5 November 2005.

Di sisi Maradona, ada Evo Morales yang saat itu masih menjadi calon presiden Bolivia dari sayap kiri. Ada pula musisi Kuba Silvio Rodriguez.

Maradona beraksi dalam pertemuan tandingan dari pertemuan resmi yang benar-benar dihadiri Presiden AS George W Bush (2001-2009). Sekitar 4 ribu orang pengunjuk rasa dari berbagai negara berkumpul di depan Maradona untuk menentang AS.

Pada 5 November 2005, George W Bush Jr menghadiri pertemuan regional '4th Summit the Americas' di kota Mar del Plata, Argentina.

Puluhan ribu orang memprotes Bush. Mereka marah dengan perang Irak. Perang Irak menjadi topik aktual saat itu lantaran asisten Bush bernama Lewis 'Scooter' Libby baru saja dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan dalam kasus dugaan kebohongan soal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak. Senjata pemusnah massal adalah isu yang menjadi legitimasi AS untuk menginvasi Irak.

Simak video 'Patung Maradona Bersayap, Tanda Penghormatan Seniman Italia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2