Ilmuwan Nuklir Dibunuh, Presiden Iran Tuduh Israel Coba Bikin Kekacauan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 17:50 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2019, file photo, Iranian President Hassan Rouhani attends a meeting with Japanese Prime Minister Shinzo Abe during a meeting at the prime ministers office in Tokyo.  Iran on Saturday, Jan. 11, 2020, acknowledged that its armed forces “unintentionally” shot down the Ukrainian jetliner that crashed earlier this week, killing all 176 aboard, after the government had repeatedly denied Western accusations that it was responsible. (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Jakarta -

Presiden Iran Hassan Rouhani menuduh musuh bebuyutan Israel berusaha menciptakan "kekacauan" dengan membunuh salah satu ilmuwan nuklir terkemuka Iran, tetapi dia mengatakan negaranya tidak akan jatuh ke dalam "perangkap".

Ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh menjadi "martir" setelah terluka parah ketika penyerang menargetkan mobilnya dan terlibat dalam baku tembak dengan pengawalnya di luar ibukota Teheran pada hari Jumat (27/11), demikian menurut Kementerian Pertahanan Iran.

"Bangsa Iran lebih pintar daripada jatuh ke dalam perangkap konspirasi yang dibuat oleh Zionis. Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan, tetapi mereka harus tahu bahwa kami telah membaca tangan mereka dan mereka tidak akan berhasil," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi Iran, setelah menuduh Israel berada di balik pembunuhan itu.

"Musuh Iran harus tahu, bahwa rakyat Iran dan para pejabat lebih berani daripada membiarkan tindakan kriminal ini tidak terjawab," tambahnya, berbicara pada pertemuan satuan tugas mingguan COVID-19 Iran, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/11/2020).

"Pada waktunya, mereka akan bertanggung jawab atas kejahatan ini," imbuhnya.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa Fakhrizadeh, yang mengepalai organisasi penelitian dan inovasi di kementerian itu, meninggal setelah petugas medis gagal menyelamatkannya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Jumat (27/11) mengatakan bahwa ada "indikasi serius peran Israel" dalam pembunuhan itu.

Media terkemuka AS, The New York Times mengatakan seorang pejabat Amerika dan dua pejabat intelijen lainnya mengkonfirmasi Israel berada di balik serangan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman
1 2