Transisi Dimulai, Trump Masih Tetap Tolak Kemenangan Biden

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 15:51 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Donald Trump (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan klaim tak berdasar bahwa dirinya memenangkan pilpres AS 2020. Trump masih menolak untuk menerima kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, meskipun proses transisi kekuasaan telah dimulai.

"Ini pemilihan yang kita menangkan dengan mudah. Kita menang banyak," ucap Trump mendeklarasikan kemenangannya dalam acara yang digelar Partai Republik Pennsylvania di sebuah hotel di Gettysburg, Pennsylvania, seperti dilansir Associated Press, Kamis (26/11/2020).

Faktanya, Trump kalah atas Biden dalam pilpres di Pennsylvania, dengan selisih 81 ribu suara. Otoritas negara bagian Pennsylvania bahkan baru saja mengesahkan kemenangan Biden di wilayahnya pada Selasa (24/11) waktu setempat.

Acara tersebut digelar untuk menyelidiki tuduhan kecurangan pilpres yang tidak terbukti. Trump dijadwalkan hadir langsung dalam acara di Gettysburg pada Rabu (25/11) waktu setempat, namun batal hadir setelah anggota tim kuasa hukumnya dinyatakan positif Corona.

Dengan berbicara via telepon, Trump tetap dihadirkan dalam acara itu dan sempat berbicara selama 11 menit kepada mereka yang hadir.

"Pemilihan ini dicurangi. Dan kita tidak bisa membiarkan itu terjadi. Kita tidak bisa membiarkannya terjadi untuk negara kita. Dan pemilihan ini harus diputarbalikkan karena kita memenangkan Pennsylvania dengan banyak selisih dan kita memenangkan seluruh swing states secara besar," sebut Trump merujuk pada perolehan suaranya pada malam pilpres 3 November.

Acara di Pennsylvania itu menjadi upaya terbaru dari Trump dan pengacaranya, Rudy Giuliani, untuk menyebarkan keraguan pada hasil pilpres AS 2020, bahkan saat proses transisi kekuasaan telah dimulai dan semakin banyak politikus Partai Republik yang mengakui Biden sebagai Presiden terpilih AS.

Selanjutnya
Halaman
1 2