Militer Suriah Tuduh Israel Gempur Pinggiran Damaskus, Kedua dalam Sepekan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 10:30 WIB
A view of Mont Bental in the Israeli-occupied Golan Heights, on January 20, 2019. - Israels military said its air defence systems intercepted a rocket fired from Syria today, after Damascus accused Israel of carrying out air raids. A short while ago, a rocket was fired at the northern Golan Heights and was intercepted by the Iron Dome aerial defence system, an Israeli military statement said. (Photo by JALAA MAREY / AFP)
Ilustrasi -- Serangan udara Israel dilaporkan dilancarkan dari Dataran Tinggi Golan (JALAA MAREY/AFP)
Damaskus -

Militer Suriah menuduh Israel kembali melancarkan serangan udara ke sebuah area di pinggiran selatan ibu kota Damaskus. Area yang menjadi target serangan Israel merupakan basis kuat militer Iran yang ikut bertempur dalam konflik Suriah.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (25/11/2020), gempuran Israel via udara semacam ini disebut sebagai serangan kedua dalam sepekan terakhir di Suriah.

Dalam pernyataannya, militan Suriah menyebut serangan udara Israel mengenai area strategis dan hanya memicu kerusakan material. Serangan udara itu dilancarkan Israel dari Dataran Tinggi Golan yang terletak di perbatasan dengan Suriah.

Para pembelot militer Suriah menyebut serangan udara Israel itu menargetkan sebuah pangkalan militer di Dataran Tinggi Jabal Mane, dekat kota Kiswa, yang menjadi basis Garda Revolusi Iran sejak lama. Area itu merupakan daerah terjal yang berjarak nyaris 15 kilometer dari pusat kota Damaskus.

Menurut sumber-sumber militer, area tersebut memiliki rudal-rudal antipesawat yang dipasang untuk mempertahankan Dataran Tinggi Golan di sisi Suriah yang terletak di sepanjang perbatasan Israel.

"Kami tidak mengomentari laporan berita semacam ini," ucap juru bicara militer Israel kepada Reuters, saat ditanyai soal serangan udara itu.

Serangan udara Israel itu menghantam wilayah yang membentang dari area pedesaan di selatan Damaskus hingga Dataran Tinggi Golan sisi Israel, yang menjadi lokasi berkembangnya basis Iran yang menjadi ancaman bagi Israel.

Gempuran Israel ini menjadi yang kedua dalam sepekan, setelah pada Rabu (18/11) pekan lalu, Israel melancarkan serangan udara terhadap target rezim pasukan Suriah dan Iran.

Rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tidak pernah mengakui secara publik bahwa ada pasukan Iran yang beroperasi membela rezimnya dalam konflik Suriah. Selama ini, rezim Suriah hanya menyebut Iran mengerahkan para penasihat militer di lapangan.

(nvc/rdp)