Pejabat Tinggi Militer AS Mendadak Kunjungi Taiwan, Ini Kata China

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 17:46 WIB
Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian (Situs Kemlu RRC)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian (dok. Ministry of Foreign Affairs of the People's Republic of China)

Pemerintahan Presiden Donald Trump semakin meningkatkan dukungan untuk Taiwan beberapa waktu terakhir, termasuk dengan menyepakati penjualan persenjataan baru, yang semakin membuat China waspada. Hingga kini, China masih menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya yang tidak memiliki hak menjalin hubungan antarnegara.

Ketika Menteri Kesehatan AS, Alex Azar, mengunjungi Taiwan pada Agustus lalu dan diikuti oleh kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Keith Krach, ke Taiwan pada September lalu, China memberikan respons penuh kemarahan dengan mengerahkan sejumlah jet tempurnya ke dekat wilayah Taiwan beberapa kali.

Dalam pernyataannya, Zhao juga menyatakan ketidaksenangan China terhadap penandatanganan nota kesepahaman (MoU) soal pertukaran ekonomi menyusul pertemuan antara para pejabat Taiwan dan AS di Washington DC.

Zhao menyatakan bahwa China telah melayangkan 'protes keras' terhadap AS, yang menegaskan negara itu harus menghentikan interaksi semacam ini dengan Taiwan.

Halaman

(nvc/ita)