Putin Belum Mau Ucapkan Selamat kepada Biden, Sampai Kapan?

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 16:29 WIB
Russian President Vladimir Putin listens during a meeting in the Kremlin, in Moscow, Russia, Thursday, Nov. 19, 2020. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan bersedia untuk bekerja sama dengan siapa pun yang ditetapkan sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang selanjutnya. Namun Putin menegaskan tidak akan memberikan ucapan selamat hingga pemenang pilpres AS 2020 ditetapkan secara resmi atau ada kandidat yang mengaku kalah.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (23/11/2020), pernyataan Putin tersebut disiarkan dalam tayangan televisi nasional Rusia pada Minggu (22/11) waktu setempat. Pernyataan tersebut menegaskan komentar Kremlin soal mengapa Putin tidak menyelamati Presiden terpilih AS, Joe Biden, setelah dia diproyeksikan memenangkan pilpres oleh berbagai media terkemuka AS. Kebanyakan kepala negara lainnya telah menyelamati Biden.

"Kami hanya menunggu akhir dari konfrontasi politik internal," ucap Putin, merujuk pada gugatan hukum yang diajukan kubu Presiden Donald Trump dan Partai Republik terhadap penghitungan suara dalam pilpres AS.

"Kami akan bekerja dengan siapa saja yang akan diberi kepercayaan oleh rakyat Amerika. Tapi siapa yang akan diberi kepercayaan itu? Itu harus diindikasikan oleh kebiasaan politik ketika salah satu pihak mengakui kemenangan pihak lainnya, atau hasil akhir pemilu ditetapkan dengan cara yang sah dan legal," jelas Putin.

Putin menjadi salah satu dari sedikit pemimpin negara yang belum menyelamati Biden atas kemenangannya dalam pilpres AS. Alasan yang sama disampaikan juru bicara Putin pada awal November lalu, setelah Biden disebut sebagai Presiden terpilih AS oleh berbagai media terkemuka.

Dalam pernyataan terbarunya pada Minggu (22/11) waktu setempat, Putin menekankan pentingnya kepercayaan rakyat pada seorang presiden dan menyinggung soal persoalan dalam sistem pemilu AS.

"Apakah otoritas itu sah atau tidak, pertama-tama, tergantung pada rakyat Amerika untuk mengevaluasi ini. Ini adalah hal yang sangat penting, karena kepercayaan rakyat negara ini atau itu dalam kepemimpinan politik bergantung padanya," cetusnya.

"Ini sungguh terlihat, sungguh jelas bagi semua orang di dunia, bagi saja tampak jelas bagi rakyat Amerika bahwa ada sejumlah persoalan dalam sistem pemilu Amerika," sebut Putin.

Diketahui bahwa saat Trump menang pilpres 2016 lalu, Putin memberi selamat kepadanya dalam waktu sekitar satu jam. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, sebelumnya menyebut bahwa pilpres tahun ini berbeda karena gugatan hukum dari kubu Trump, yang enggan mengakui kekalahannya.

Tonton video 'Presiden Rusia Ditanya Pilih Trump atau Biden?':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)