Trump Ingin Serang Fasilitas Nuklir Iran Pekan Lalu Tapi Batal

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 17 Nov 2020 09:15 WIB
US President Donald Trump announces that Sudan will normalize relations with Israel at the White House in Washington, DC, on October 23, 2020. -
Donald Trump (dok. AFP/ALEX EDELMAN)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan sempat meminta opsi untuk menyerang situs nuklir utama Iran, pekan lalu. Namun akhirnya Trump memutuskan untuk tidak mengambil langkah dramatis tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (17/11/2020), informasi tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat pemerintahan AS yang enggan disebut namanya.

Menurut pejabat AS tersebut, permintaan Trump itu disampaikan dalam rapat dengan jajaran penasihat top keamanan nasional AS, yang digelar Kamis (12/11) pekan lalu.

Turut hadir dalam rapat itu antara lain, Wakil Presiden Mike Pence, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pertahanan Christopher Miller dan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley.

Sumber pejabat itu itu mengonfirmasi isi pembahasan dalam rapat tersebut kepada media terkemuka AS, The New York Times (NYT). Dalam laporannya, NYT menyebut para penasihat Trump membujuknya untuk tidak melancarkan serangan karena berisiko memicu konflik yang lebih luas.

"Dia (Trump-red) meminta opsi. Mereka memberikannya skenario dan dia pada akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya," sebut pejabat AS yang enggan disebut namanya tersebut.

Pihak Gedung Putih menolak berkomentar.

Selanjutnya
Halaman
1 2