Audit Pasca-Pilpres AS Tak Temukan Bukti Kecurangan di Arizona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 14:33 WIB
Pilpres AS: Apa yang dimaksud dengan electoral college?
Ilustrasi (BBC World)
Arizona - Lebih dari separuh distrik di negara bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), telah melakukan audit pasca-pemilu. Audit itu tidak menemukan adanya perbedaan suara atau masalah yang akan berdampak pada hasil akhir pilpres AS 2020.

Seperti dilansir CNN, Jumat (13/11/2020), laporan yang disampaikan kantor Sekretaris Negara Bagian Arizona menyatakan bahwa empat distrik terbesar di Arizona telah melakukan audit. Jumlah suara dari empat distrik besar itu mencakup 86 persen dari seluruh perolehan suara untuk pilpres di negara bagian ini.

Disebutkan bahwa hasil audit tidak menemukan bukti kecurangan pilpres secara sistematis seperti yang dikeluhkan Presiden Donald Trump.

Ditegaskan dalam laporan itu bahwa tidak ada penyimpangan yang ditemukan di Maricopa County, lokasi Phoenix -- kota terdapat di Arizona. Para pejabat di Pima County, lokasi kota Tucson, mengaudit sampel acak dari 4.239 suara dalam pertarungan pilpres dan hanya menemukan perbedaan dua suara saja.

Sejumlah media terkemuka AS, termasuk CNN, telah memproyeksikan Joe Biden menang atas Trump di negara bagian Arizona. Data penghitungan CNN menunjukkan perolehan suara antara keduanya di negara bagian ini hanya memiliki selisih tipis, yakni sebesar 0,34 persen atau sekitar 11.434 suara saja. Total ada lebih dari 3,3 juta suara yang telah dihitung di Arizona, dengan kurang dari 25 ribu surat suara masih belum dihitung.

Pada 7 November lalu, Biden dinyatakan sebagai Presiden terpilih AS oleh media-media terkemuka AS yang melakukan analisis dan proyeksi masing-masing. Biden dinyatakan memenangi pilpres AS setelah meraup total 290 electoral votes -- jauh melampaui ambang batas 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan pilpres.

Simak video 'Cuitan Trump Tuding Suaranya Dialihkan ke Joe Biden':

[Gambas:Video 20detik]



Sebelumnya pada Kamis (12/11) waktu setempat, Trump memposting pernyataan via Twitter yang mengklaim dirinya akan menang mudah di Arizona setelah audit dilakukan.

"Lebih dari 200.000 suara menjadi kurang dari 10.000 suara. Jika kita bisa mengaudit total perolehan suara, kita akan menang mudah di Arizona!" cuit Trump, yang mengutip data tidak akurat.

Di bawah aturan hukum negara bagian, dewan audit bipartisan secara rutin melakukan audit penghitungan secara manual atau dengan tangan terhadap surat suara awal dan surat suara saat pemungutan langsung pada Hari Pemilu 3 November di seluruh 15 distrik yang ada di Arizona.

Audit ini, yang dimulai dalam waktu 24 jam setelah pemungutan suara diakhiri, harus menyertakan lima pertarungan, termasuk pilpres. Berdasarkan aturan yang berlaku, proses audit harus menghitung surat suara reguler pada Hari Pemilu 3 November dari setidaknya dua distrik atau 2 persen distrik, yang lebih besar. Distrik yang diaudit dipilih secara acak melalui undian.

Tiga distrik di Arizona yang condong ke Partai Republik -- Yuma County, Gila County dan La Paz County -- tidak melakukan audit karena Ketua Partai Republik cabang lokal tidak menunjuk anggotanya untuk berpartisipasi. Hal ini mengejutkan karena Trump berulang kali melontarkan tuduhan tak berdasar yang menuduh pemantau pemilu dari Partai Republik diabaikan. (nvc/ita)