Hadapi Dakwaan Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Mengundurkan Diri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 02:01 WIB
Kosovo President Hashim Thaci speaks during a press conference in Pristina after he resigned to face a war crimes court in The Hague, which confirmed an indictment against him dating back to Kosovos 1990s conflict with Serbia, on November 5, 2020. (Photo by Armend NIMANI / AFP)
Hashim Thaci (Foto: AFP/ARMEND NIMANI)
Pristina -

Presiden Kosovo, Hashim Thaci mengundurkan diri pada Kamis waktu setempat. Pemimpin geliryawan selama perang Kosovo untuk kemerdekaan dari Serbia pada akhir 1990-an itu akan menghadapi dakwaan atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di pengadilan kejahatan perang di Den Haag.

Dilansir AFP, Kamis (5/11/2020) pria 51 tahun itu mengatakan dia mundur untuk 'melindungi integritas' kepresidenan setelah seorang hakim membenarkan dakwaan terhadapnya terkait konflik di tahun 1990-an dengan Serbia. Saat itu, Thaci adalah kepala politik tentara pemberontak Kosovo.

"Saya akan bekerja sama erat dengan keadilan. Saya percaya pada kebenaran, rekonsiliasi dan masa depan negara dan masyarakat kita," kata Thaci dalam pernyataan pers di Prisina.

Thaci kemudian meninggalkan Kosovo dari bandara militer bersama dua mantan pemberontak lainnya. Media lokal melaporkan mereka ditakdirkan ke Den Haag.

Thaci telah lama menekankan ketidakbersalahannya dalam perang yang oleh sebagian besar orang Kosovo dianggap sebagai perjuangan pembebasan yang adil melawan penindasan Serbia.

Penduduk mayoritas etnis Albania di Kosovo sangat menderita selama konflik separatis 1998-1999. Konflik itu telah merenggut sekitar 13.000 nyawa dan berakhir setelah pengeboman NATO yang memaksa pasukan Serbia mundur dari provinsi itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2