50 Ribu Orang di Bangladesh Gelar Aksi Demo Boikot Produk Prancis

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 17:50 WIB
Para pengunjuk rasa memegang spanduk dan meneriakkan slogan-slogan selama demonstrasi yang menyerukan boikot produk Prancis dan mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron di Dhaka pada 30 Oktober 2020. (AFP Photo)
Foto: Para pengunjuk rasa memegang spanduk dan meneriakkan slogan-slogan selama demonstrasi yang menyerukan boikot produk Prancis dan mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron di Dhaka pada 30 Oktober 2020. (AFP Photo)
Dhaka -

Setidaknya 50.000 orang ikut serta pada Senin (2/11/2020) dalam aksi demonstrasi besar di Bangladesh untuk memboikot produk Prancis. Mereka memprotes pembelaan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Dilansir AFP, Senin (2/11/2020) unjuk rasa yang dimulai di masjid terbesar Bangladesh itu dihentikan agar tidak mendekati kedutaan Prancis, di mana keamanan telah ditingkatkan.

Polisi memperkirakan sekitar 50.000 orang ambil bagian dalam aksi protes tersebut, yang menuntut pemboikotan produk Prancis, sementara penyelenggara mengatakan ada lebih dari 100.000 orang.

Para pengunjuk rasa meneriakkan "Tidak boleh ada pencemaran nama baik Nabi Muhammad" dan membakar patung Macron.

Ucapan Macron memicu protes di negara-negara Muslim setelah pembunuhan guru Samuel Paty bulan lalu - yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya - dengan mengatakan Prancis tidak akan pernah meninggalkan undang-undang yang mengizinkan karikatur penistaan.

Selanjutnya
Halaman
1 2