Umat Muslim di Pakistan hingga Palestina Demo Kecam Presiden Macron

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 00:32 WIB
Supporters of Islami Andolan Bangladesh, an Islamist political party, carry a poster of French President Emmanuel Macron with a garland of footwear around it as they protest against the publishing of caricatures of the Prophet Muhammad they deem blasphemous, in Dhaka, Bangladesh, Tuesday, Oct. 27, 2020. Muslims in the Middle East and beyond on Monday called for boycotts of French products and for protests over the caricatures, but Macron has vowed his country will not back down from its secular ideals and defense of free speech. (AP Photo/Mahmud Hossain Opu)
Umat Muslim Dunia Kecam Emmanuel Macron (Foto: AP/Mahmud Hossain Opu)

Untuk diketahui, sejumlah negara Islam mengecam Prancis dan Macron setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim.

Persoalan itu kembali muncul setelah seorang guru di Prancis tewas dipenggal karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya saat membahas soal kebebasan berbicara dan berekspresi.

Komentar kontroversial Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis tersebut menuai kecaman dan seruan boikot produk Prancis. Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis 'tidak akan menghentikan kartun (karikatur, red)' dan menyebut sang guru dibunuh 'karena Islamis menginginkan masa depan kita'. Macron juga menyatakan perang terhadap 'separatisme Islam', yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.

Sebelum peristiwa pemenggalan guru, Macron juga berbicara bahwa Islam adalah 'Agama yang dalam krisis di seluruh dunia hari ini'. Dia akan berperang melawan Islamis radikal di Prancis yang dia sebut juga sebagai 'separatisme Islam'. Pernyataan Macron itu dilansir France 24 dengan AFP, 2 Oktober 2020.

Halaman

(maa/zak)