Para Pemimpin Dunia Ramai-ramai Kutuk Penusukan di Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 10:40 WIB
Aksi penusukan terjadi di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, menewaskan tiga orang. Aksi itu terjadi di area gereja basilika Notre-Dame.
Situasi di lokasi penusukan brutal di Nice, Prancis (AP Photo/Daniel Cole)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, juga menyebut penyerangan brutal di Nice, Prancis itu sebagai 'serangan teroris Islam radikal'. "Hati kami bersama rakyat Prancis. Amerika berdiri bersama sekutu tertua kami dalam pertempuran ini," ucap Trump via pernyataan via akun Twitter-nya.

"Serangan teroris Islam Radikal ini harus segera dihentikan. Tidak ada negara, Prancis atau yang lain, yang dapat bertahan lama dengan itu!" tegas Trump.

Kecaman juga datang dari Turki, yang beberapa waktu terakhir terlibat pertikaian dengan Prancis terkait publikasi karikatur Nabi Muhammad yang memicu gelombang serangan terhadap warga Prancis.

"Kami mengecam dengan keras serangan yang dilakukan hari ini di dalam Gereja Notre-Dame di Nice," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.

Turki juga menyampaikan solidaritas untuk Prancis dan menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga korban penusukan fatal itu.

Negara-negara Arab juga melontarkan kecaman untuk penusukan brutal di Prancis tersebut. Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan pihaknya 'berdiri bersama Prancis dalam memerangi insiden penuh kebencian ini'.

Qatar melontarkan kecaman keras dan menegaskan penolakan terhadap tindak kekerasan dan terorisme, khususnya terhadap tempat-tempat ibadah dan terlepas apapun motifnya. Kementerian Luar Negeri Qatar juga menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban.

PM Lebanon, Saad Hariri, dalam komentarnya mendorong umat Muslim 'untuk menolak tindak kriminal ini, yang tidak ada hubungannya dengan Islam atau Nabi'.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Dhaifallah Ali al-Fayez, mengecam penusukan di Prancis itu sebagai 'kejahatan teroris'. Dia mengkritik semua tindak kejahatan yang 'bertujuan untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas serta tidak sejalan dengan nilai dan prinsip keagamaan dan kemanusiaan'.

PM Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengecam penyerangan brutal di Prancis. Ditegaskan Netanyahu bahwa Israel 'bersatu dalam keterkejutan dan kecaman terhadap serangan mengerikan' di Nice.

"Semua masyarakat beradab harus berdiri dalam solidaritas penuh dengan Prancis melawan momok terorisme. Tidak ada pembenaran atau pengelakan," tegas Netanyahu.

PM India, Narendra Modi, dalam komentarnya mengecam keras 'serangan keji di Nice' dan menegaskan negaranya juga 'berdiri bersama Prancis dalam peperangan melawan terorisme'.

Tak ketinggalan, Paus Fransiskus mendoakan para korban penusukan di Prancis dan Vatikan menegaskan bahwa 'terorisme dan kekerasan tidak akan pernah bisa diterima'. "Serangan hari ini telah menabur kematian bukannya kasih dan penghiburan," ucap juru bicara Vatikan, Matteo Bruni.

Disebutkan Vatikan bahwa Paus Fransiskus mendorong orang-orang di Prancis yang memiliki masyarakat multikultural untuk 'bersatu memerangi kejahatan dengan kebaikan'.

Halaman

(nvc/ita)