Trump Soal Penusukan di Prancis: Serangan Teroris Harus Dihentikan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 09:45 WIB
President Donald Trump speaks at a campaign rally in Pensacola, Fla., Friday, Oct. 23, 2020. (AP Photo/Gerald Herbert)
Donald Trump (AP Photo/Gerald Herbert)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyampaikan dukungan terhadap Prancis setelah aksi penusukan yang menewaskan tiga orang di sebuah gereja di kota Nice. Trump juga menyebut penyerangan itu sebagai 'serangan teroris Islam radikal'.

"Hati kami bersama rakyat Prancis. Amerika berdiri bersama sekutu tertua kami dalam pertempuran ini," ucap Trump via pernyataan via akun Twitter-nya, seperti dilansir Associated Press, Jumat (30/10/2020).

"Serangan teroris Islam Radikal ini harus segera dihentikan. Tidak ada negara, Prancis atau yang lain, yang dapat bertahan lama dengan itu!" tegas Trump.

Penyerangan brutal terjadi di Gereja Notre-Dame Basilica di Nice, Prancis bagian selatan, pada Kamis (29/10) waktu setempat. Sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan tersebut, dengan salah satu korban yang berusia 60 tahun tewas dalam kondisi leher digorok sangat dalam.

Jaksa anti-teror Prancis, Jean-Francois Ricard, seperti dilansir CNN, menuturkan bahwa dua korban lainnya terdiri atas seorang pria berusia 55 tahun yang meninggal akibat luka-luka di leher dan seorang wanita berusia 44 tahun yang meninggal setelah ditikam beberapa kali.

Serangan brutal itu, menurut Ricard, terjadi dalam waktu 28 menit. Pelaku yang diidentifikasi sebagai seorang imigran asal Tunisia bernama Brahim Aouissaoui kini dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah ditembak oleh sejumlah polisi yang tiba di lokasi usai penyerangan terjadi. Ricard menyebut pelaku tidak dikenal oleh dinas intelijen Prancis dan tidak masuk daftar orang-orang yang diawasi.

Perdana Menteri (PM) Prancis, Jean Castex, menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan respons 'tegas, keras, dan segera' terhadap penyerangan brutal itu. PM Castex juga pun mengumumkan bahwa level siaga keamanan di Prancis dinaikkan ke level 'darurat'. Menurut situs web pemerintah Prancis, level 'darurat' berarti 'tingkat kewaspadaan maksimum' yang diperlukan jika ada ancaman yang akan datang atau segera setelah serangan.

(nvc/ita)