AS Ingatkan Kemungkinan Serangan Rudal Houthi di Riyadh, Imbau Waspada

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 12:46 WIB
FILE - In this Sept. 21, 2019, file photo, Shiite Houthi tribesmen hold their weapons as they chant slogans during a tribal gathering showing support for the Houthi movement, in Sanaa, Yemen. The United Nations Human Rights Office of the High Commissioner replaced its chief in Yemen, Elobaid Ahmed Elobaid, nearly nine months after the Houthis who control northern Yemen denied him entry, documents dated Tuesday, June 9, 2020 obtained by The Associated Press show. (AP Photo/Hani Mohammed, File)
pemberontak Houthi di Yaman (Foto: AP Photo/Hani Mohammed, File)
Jakarta -

Otoritas Amerika Serikat mengingatkan memperingatkan kemungkinan serangan rudal di Riyadh, Arab Saudi. Peringatan ini disampaikan seiring koalisi militer yang dipimpin Saudi telah mencegat atau menjatuhkan rudal-rudal dan pesawat tak berawak (drone) yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi ke Saudi.

Pemberontak Houthi di Yaman telah meningkatkan serangan terhadap negara tetangga Arab Saudi, terutama menargetkan provinsi-provinsi selatan di sepanjang perbatasan kedua negara.

Kedutaan Amerika Serikat di Riyadh seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/10/2020) memperingatkan warga Amerika di ibu kota Saudi itu untuk tetap "waspada" dan "mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan".

"Kedutaan sedang melacak laporan kemungkinan rudal atau drone yang mungkin menuju Riyadh hari ini," kata Kedutaan AS dalam pernyataan di situsnya, tanpa memberikan rincian apapun.

Sebelumnya, pemberontak Houthi pernah beberapa kali menargetkan Riyadh dengan rudal dan drone. Koalisi militer pimpinan Saudi mengklaim berhasil mencegat sebagian besar dari serangan tersebut.

Riyadh terletak lebih dari 700 kilometer (435 mil) di utara perbatasan dengan Yaman.

Beberapa jam setelah pernyataan Kedutaan AS tersebut, koalisi militer pimpinan Saudi mengatakan enam drone bermuatan bom yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi menuju kerajaan telah berhasil dicegat, menurut Kantor Pers Saudi.

Pemberontak meluncurkan drone "secara sengaja dan sistematis untuk menargetkan warga sipil" di kerajaan, kata juru bicara koalisi, Turki al-Maliki.

Televisi pemerintah Saudi melaporkan, koalisi juga kemudian mencegat rudal balistik pemberontak yang menargetkan provinsi selatan Jizan, Najran serta kota selatan Khamis Mushait.

(ita/ita)