Round-Up

Serangan Baru Obama untuk Trump dari Urusan Corona hingga Media

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 05:30 WIB
Akun Twitter Barack Obama dan Bill Gates diretas, minta transfer Bitcoin
Foto: Mantan Presiden AS Barack Obama (BBC Magazine)
New York -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, kembali menyerang penanganan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap pandemi virus Corona (COVID-19). Sebelumnya, Obama pernah menyebut jabatan Trump seperti reality show.

Seperti dilansir CNN, Rabu (28/10/2020), kritikan untuk Trump itu dilontarkan Obama saat berkampanye untuk calon presiden (capres) dari Partai Demokrat, Joe Biden, di Orlando, Florida, pada Selasa (27/10) waktu setempat.

"Lebih dari 225 ribu orang di negara ini tewas. Lebih 100 ribu bisnis kecil telah ditutup. Setengah juta pekerjaan hilang di Florida saja. Pikiran tentang itu," sebut Obama dalam pidatonya di hadapan pendukung Biden.

"Dan apa argumennya? Bahwa orang terlalu fokus pada COVID. Dia (Trump-red) mengatakan ini pada salah satu kampanye. COVID, COVID, COVID, dia mengeluh. Dia iri dengan liputan media untuk COVID," sindir Obama.

"Jika dia fokus pada COVID sejak awal, kasus-kasusnya tidak akan mencapai rekor tertinggi baru di seluruh negeri pada pekan ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Obama menuduh Trump gagal mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengendalikan penyebaran Corona di seluruh wilayah AS dan di Gedung Putih. Dia juga menyinggung soal wabah Corona terbaru di kalangan staf Gedung Putih, beberapa di antaranya termasuk Kepala Staf Wakil Presiden Mike Pence, Marc Short.

"Izinkan saya mengatakan ini: Saya pernah di Gedung Putih untuk sementara waktu. Anda tahu, itu lingkungan terkendali," ucapnya. "Anda bisa mengambil beberapa langkah pencegahan di Gedung Putih untuk menghindari orang-orang jatuh sakit. Kecuali, orang ini tampaknya tidak bisa melakukannya. Dia mengubah Gedung Putih menjadi zona panas," ujar Obama.

Selanjutnya
Halaman
1 2