Amy Coney Barrett Jadi Hakim Agung, Trump: Hari Sangat Penting Bagi AS!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 09:04 WIB
President Donald Trump speaks before Supreme Court Justice Clarence Thomas administers the Constitutional Oath to Amy Coney Barrett on the South Lawn of the White House White House in Washington, Monday, Oct. 26, 2020, after Barrett was confirmed to be a Supreme Court justice by the Senate earlier in the evening. (AP Photo/Alex Brandon)
Donald Trump memberikan sambutan dalam seremoni pengambilan sumpah untuk hakim agung yang baru ditetapkan, Amy Coney Barrett (AP Photo/Alex Brandon)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memuji penetapan Amy Coney Barrett menjadi hakim agung terbaru untuk Mahkamah Agung AS. Trump menyebut momen tersebut sebagai 'hari sangat penting bagi Amerika'.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Selasa (27/10/2020), Barrett langsung diambil sumpahnya oleh hakim agung Clarence Thomas dalam seremoni perayaan yang digelar di area outdoor di South Lawn Gedung Putih pada Senin (26/10) malam waktu setempat. Trump hadir dalam seremoni pengambilan sumpah tersebut.

Barrett lolos menjadi hakim agung terbaru setelah hasil voting Senat AS pada Senin (26/10) waktu setempat menunjukkan 52 suara mendukung dan 48 suara menolaknya. Dengan dukungan mayoritas Senat AS, Barrett yang ditolak para politikus Partai Demokrat ini resmi ditetapkan menjadi hakim agung.

Seremoni pengambilan sumpah itu dihadiri oleh para anggota parlemen AS dan para tamu undangan lainnya yang kebanyakan memakai masker. Dalam pidato sambutannya, Trump melontarkan pujian untuk penetapan Barrett menjadi hakim agung.

"Ini hari yang penting bagi Amerika, untuk Konstitusi Amerika Serikat dan penegakan hukum yang adil dan tidak memihak," ucap Trump yang didampingi Barrett di atas panggung.

Dalam seremoni ini, Barrett mengucapkan Sumpah Konstitusional dengan dibimbing hakim agung Clarence Thomas. Sumpah itu merupakan sumpah pertama, dari total dua sumpah jabatan, yang harus diucapkannya sebelum secara resmi bergabung dengan Mahkamah Agung AS. Sumpah kedua, yang disebut sebagai Sumpah Yudisial, akan diucapkan Barrett dengan dibimbing Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, dalam seremoni privat pada Selasa (27/10) waktu AS.

"Saya berdiri di sini malam ini, sungguh merasa terhormat dan rendah hati," ucap Barrett (48) yang dikenal sebagai hakim konservatif religius ini, setelah mengucapkan sumpah pertamanya.

Barrett mengisi kekosongan hakim agung yang ditinggalkan hakim agung Ruth Bader Ginsburg yang meninggal dunia pada September lalu. Dengan bergabungnya Barrett, maka Mahkamah Agung AS akan didominasi oleh hakim agung beraliran konservatif.

Lolosnya Barrett menjadi hakim agung AS yang memiliki masa jabatan seumur hidup, diharapkan akan memberikan dorongan bagi Trump dalam pemilihan presiden (pilpres) 3 November mendatang.

Karena dominasi konservatif kini telah diamankan dalam Mahkamah Agung AS, yang merupakan pengadilan tertinggi di negara tersebut, maka akan terbuka era baru untuk putusan atas berbagai isu termasuk aborsi, undang-undang layanan kesehatan terjangkau dan bahkan untuk hasil pilpres nantinya.

(nvc/lir)