Catat 137 Kasus Baru Corona, Xinjiang Gelar Tes Massal

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 09:40 WIB
Sebuah lembaga think tank Australia melaporkan bahwa otoritas China telah menghancurkan ribuan masjid di Xinjiang dalam beberapa tahun ini.
Ilustrasi -- Situasi di Xinjiang (Getty Images)

Kashgar yang terletak dekat perbatasan China dengan Pakistan, Afghanistan, Tajikistan dan Kyrgyzstan, merupakan jantung budaya etnis Uighur dan etnis muslim asal Turki lainnya, dengan kebanyakan dari mereka mengeluhkan penindasan politik dan agama sejak lama. Pemerintah China membantah adanya penindasan.

Dituturkan pemerintah setempat bahwa seluruh sekolah di Kashgar ditutup sementara hingga 30 Oktober dan setiap orang yang hendak meninggalkan kota itu wajib menunjukkan hasil tes negatif Corona -- untuk tes nucleic acid.

Tayangan CCTV menunjukkan ratusan orang mengantre untuk mengikuti tes massal di luar rumah-rumah sakit setempat dan pusat tes mobile yang disediakan di berbagai wilayah Kashgar.

Otoritas China sejauh ini berhasil mengendalikan penularan Corona secara domestik atau yang terjadi di tengah masyarakat, dengan menerapkan lockdown, pembatasan perjalanan, dan tes massal. Namun tetap saja bermunculan wabah-wabah baru di berbagai wilayah China beberapa waktu terakhir.

Sebagai upaya penanganan, otoritas China pun meningkatkan kemampuannya melakukan tes Corona secara cepat, dengan Partai Komunis berambisi untuk mencitrakan kemenangan China atas Corona saat sebagian besar dunia masih berjuang memeranginya.

Pada Minggu (25/10) waktu setempat, otoritas China melaporkan 20 kasus baru Corona dengan gejala dan 161 kasus baru tanpa gejala. Seluruh kasus baru dengan gejala yang terdeteksi di China dikonfirmasi sebagai kasus impor atau penularannya terjadi di luar negeri. Sementara untuk kasus tanpa gejala -- yang tidak dianggap sebagai kasus Corona terkonfirmasi oleh China, sekitar 138 kasus di antaranya merupakan penularan lokal.

Halaman

(nvc/ita)