PM Malaysia Dikabarkan Minta Yang di-Pertuan Agong Tetapkan Keadaan Darurat

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 18:41 WIB
Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu Muhyiddin Yassin diangkat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Ia gantikan Mahathir Mohamad yang sebelumnya undurkan diri.
Muhyiddin Yassin (AP Photo)
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, menemui Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah pada Jumat (23/10) ini. Dalam pertemuan itu, PM Muhyiddin dikabarkan meminta Sultan Abdullah untuk menetapkan keadaan darurat di Malaysia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020), informasi tersebut disampaikan oleh dua sumber yang mengetahui langsung soal pertemuan PM Muhyiddin dengan Sultan Abdullah.

Menurut salah satu sumber, masa darurat yang diusulkan akan mencakup penangguhan parlemen, yang dijadwalkan memulai sesi baru pada November mendatang. Kedua sumber yang tidak bisa disebut identitasnya karena tidak berwenang bicara ke media itu, tidak menyebut lebih lanjut alasan PM Muhyiddin mengajukan hal tersebut.

Malaysia diketahui melaporkan peningkatan kasus virus Corona (COVID-19) dalam beberapa waktu terakhir. PM Muhyiddin juga menghadapi tantangan kepemimpinan dari pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim, yang bulan lalu mengklaim dirinya memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

Berdasarkan Konstitusi Malaysia, seorang Raja bisa menetapkan masa darurat jika dia merasa yakin bahwa ada ancaman terhadap keamanan nasional, perekonomian atau ketertiban umum. Malaysia terakhir kali menetapkan keadaan darurat nasional pada tahun 1969 setelah terjadi kerusuhan sipil dan bentrokan ras.

Laporan terbaru kantor berita Malaysia, Bernama, menyebut kendaraan yang membawa PM Muhyiddin terlihat memasuki Istana Kuantan untuk melakukan audiensi dengan Sultan Abdullah. Kendaraan yang membawa Komandan Pasukan Pertahanan, Jenderal Tan Sri Affendi Buang, juga dilaporkan hadir ke Istana Kuantan.

Personel kepolisian setempat dan wartawan telah menunggu di gerbang istana sejak Jumat (23/10) siang waktu setempat, setelah beredar laporan yang menyebut PM Muhyiddin diperbolehkan melakukan audiensi dengan Sultan Abdullah. Sebelum mendatangi Istana Kuantan, PM Muhyiddin diketahui menggelar rapat kabinet di Putrajaya untuk membahas isu terkini dan urusan pemerintahan.

(nvc/ita)