Intelijen AS: Iran dan Rusia Coba Mencampuri Pilpres Trump Vs Biden

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 11:24 WIB
Pilpres AS: Siapa capres yang diinginkan menang oleh China, Iran, dan Rusia?
Ilustrasi (BBC World)
Washington DC -

Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), John Ratcliffe, menyatakan Iran dan Rusia berupaya mencampuri pemilihan presiden (pilpres) tahun ini. Iran disebut berupaya memperburuk citra Presiden Donald Trump di kalangan pemilih AS, sementara Rusia disebut berupaya membantu Trump.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (22/10/2020), Ratcliffe menyampaikan hal ini dalam konferensi pers yang juga dihadiri Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), Christopher Wray, pada Rabu (21/10) waktu setempat.

Pengumuman yang disampaikan dua pekan sebelum pilpres digelar 3 November mendatang ini menunjukkan level kewaspadaan di kalangan pejabat-pejabat AS, terutama soal dugaan intervensi asing yang bertujuan merusak kepercayaan warga AS terhadap integritas pemungutan suara dan menyebarkan informasi keliru dalam upaya mempengaruhi hasilnya.

"Kami mengonfirmasi bahwa sejumlah informasi pendaftaran pemilih telah didapatkan oleh Iran, dan secara terpisah, oleh Rusia," ungkap Ratcliffe dalam konferensi pers.

Sebagian besar informasi pendaftaran pemilih memang bersifat publik. Namun Ratcliffe menyatakan bahwa para pejabat pemerintah AS 'melihat Iran mengirimkan email-email palsu yang dimaksudkan untuk mengintimidasi para pemilih, menghasut kerusuhan sosial dan merusak citra Presiden Trump'.

Menurut sumber-sumber pemerintah AS, Ratcliffe merujuk pada email yang dikirimkan pada Rabu (21/10) waktu setempat dan dirancang seolah-seolah datang dari kelompok pro-Trump, Proud Boys.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya memperingatkan bahwa Iran mungkin mencampuri pilpres untuk memperburuk citra Trump dan bahwa Rusia mencampuri untuk membantu Trump dalam pilpres.

Selanjutnya
Halaman
1 2