Taiwan Sebut Diplomat China 'Berandal' Usai Baku Hantam di Fiji

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 14:48 WIB
Bendera Taiwan
Ilustrasi
Taipei -

Otoritas Taiwan menegaskan tidak akan terintimidasi oleh para pejabat maupun diplomat China, yang disebut sebagai 'berandal'. Penegasan ini disampaikan setelah Taiwan mengungkapkan bahwa diplomat China memaksa masuk ke acara diplomatik Taiwan di Fiji.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (20/10/2020), seorang diplomat Taiwan harus dilarikan ke rumah sakit akibat cedera kepala usai baku hantam dengan dua diplomat China yang memaksa masuk ke dalam acara peringatan hari nasional Taiwan di Fiji pada awal Oktober lalu.

Otoritas Taiwan menyatakan bahwa diplomat-diplomat China itu berupaya mengambil foto dari acara yang digelar di sebuah hotel setempat di Fiji, untuk mengetahui siapa saja yang hadir. Pertengkaran yang berujung perkelahian antara diplomat Taiwan dan China memicu korban luka dari kedua belah pihak.

Perdana Menteri (PM) Taiwan, Su Tseng-chang, menyatakan bahwa dunia perlu melihat apa yang mampu dilakukan China. Dia menyebut tindakan diplomat China di Fiji sebagai 'tindakan biadab'.

"Para pejabat China yang ditugaskan di luar negeri bertingkah seperti berandal; memukuli orang lain tidak bisa diterima. Kami mengecam keras hal ini," tegas PM Su kepada wartawan setempat.

Ditambahkan PM Su bahwa persoalan ini sulit ditangani karena para diplomat China di Fiji memiliki kebebalan diplomatik. "Tapi kita harus mengungkap ke komunitas internasional dengan bukti yang relevan," cetusnya.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan akan terus menggelar peringatan hari nasional di kantor perwakilannya di berbagai negara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou, menyatakan bahwa Taiwan merupakan 'negara cinta damai' yang mengundang orang-orang ke acara-acaranya di seluruh dunia untuk peringatan hari nasional pada 10 Oktober, yang menandai berdirinya Republik China -- nama resmi Taiwan.

"Ke depannya, kami akan terus menggelar acara peringatan hari nasional. Ini tidak akan berubah," ucapnya.

Ditegaskan Ou bahwa China bisa menyebarkan kebohongan sebanyak mungkin, namun Taiwan tidak akan mempedulikannya."Kenyataannya adalah tahun ini kami memiliki 108 kantor (perwakilan) yang menggelar peringatan hari nasional dengan cara berbeda-beda, mengundang dunia untuk merayakan hari jadi kami," imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Fiji belum mengomentari insiden cekcok antara diplomat Taiwan dan China. Namun Ou menyatakan bahwa pemerintah Fiji telah berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

(nvc/ita)