1,1 Juta Penduduk Rakhine Kehilangan Hak Suara di Pemilihan Myanmar

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 04:15 WIB
Residents, who fled from conflict between the Myanmar army and the Arakan Army (AA), arrive at a temporary refugee camp at a monastery in Sittwe, Rakhine State on June 29, 2020. (Photo by - / AFP)
Penduduk Rakhine State, Maynmar (Foto: AFP/-)

Kerusuhan tersebut telah menewaskan atau melukai ratusan orang dan memaksa 150.000 mengungsi dari rumah mereka sejak perang saudara mulai meningkat pada akhir tahun 2018.

Sekretaris Partai Nasional (ANP) etnis Rakhine Arakan Tun Aung Kyaw mengatakan keputusan untuk membatalkan pemungutan suara diambil karena alasan politik, bukan keamanan.

"Kebanyakan kota di negara bagian Rakhine di mana pemilihan tidak diadakan adalah wilayah yang pasti akan dimenangkan oleh ANP, jadi ini adalah taktik yang disengaja," kata Tun Aung Kyaw kepada AFP sambil menambahkan itu adalah diskriminasi terhadap etnis minoritas.

Dalam pengumuman hari Jumat, komisi pemilihan juga mengatakan pemungutan suara akan dibatalkan di berbagai daerah lain di Myanmar, terutama di negara bagian Shan dan Kachin yang dilanda konflik.

Halaman

(lir/lir)