Yang di-Pertuan Agong Minta Politikus Malaysia Setop Ketidakpastian Politik

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 13:16 WIB
The incoming 16th King of Malaysia, the sixth Sultan of Pahang, Al-Sultan Abdullah Riayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Mustain Billah inpects the guard of honour during the welcoming ceremony at the Parliament House in Kuala Lumpur on January 31, 2019. (Photo by MOHD RASFAN / AFP)
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta'in Billah (MOHD RASFAN/AFP)

Dalam pesannya, Sultan Abdullah juga mendorong pihak-pihak yang berselisih untuk menyelesaikan permasalahan melalui negosiasi dan proses hukum yang tertuang dalam Konstitusi Federal Malaysia.

Raja Malaysia memainkan peran seremonial dalam pemerintahan, namun bisa menunjuk seorang Perdana Menteri yang menurut pandangannya mendapat dukungan mayoritas. Pemerintahan baru biasanya dipilih dalam pemilu di Malaysia, namun Istana Negara memainkan peran dalam kasus-kasus tertentu.

Pada Februari lalu, Sultan Abdullah menunjuk Muhyiddin menjadi PM baru Malaysia setelah Mahathir Mohamad secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya dan pemerintahannya runtuh.

Halaman

(nvc/ita)