Penerbangan Pertama Tanpa Karantina Corona Mendarat di Australia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 12:26 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi (iStock)
Sydney -

Ratusan penumpang maskapai Selandia Baru mulai berdatangan ke Sydney, Australia, di tengah kebijakan baru yang melepaskan kewajiban karantina virus Corona (COVID-19). Para penumpang dari Selandia Baru ini tidak akan diwajibkan menjalani karantina setibanya di Australia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (16/10/2020), ini merupakan penerbangan tanpa karantina pertama yang mendarat di Australia pada pekan ini. Kebijakan penerbangan tanpa karantina ini diambil setelah laju penularan Corona di negara ini mengalami penurunan dengan cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Ditegaskan otoritas setempat bahwa dalam pembukaan kembali pariwisata internasional, para pelancong yang tiba dengan penerbangan yang telah disetujui sebelumnya, tidak akan diwajibkan menjalani karantina di Sydney.

Namun kebijakan serupa belum diberlakukan secara timbal balik oleh otoritas Selandia Baru. Diketahui bahwa Selandia Baru masih mewajibkan setiap penumpang yang tiba dengan penerbangan internasional, termasuk dari Australia, untuk menjalani karantina selama 2 pekan setibanya di negara tersebut.

Karantina dengan pengawasan ketat itu memakan biaya NZ$ 3.100 (Rp 30 juta) untuk satu orang dan lebih banyak untuk anggota keluarga tambahan.

Ditegaskan pihak maskapai Air New Zealand bahwa 90 persen penumpang yang terbang pada Jumat (16/10) waktu setempat melakukan perjalanan satu arah.

Premier New South Wales, Gladys Berejiklian, mengharapkan otoritas Selandia Baru melonggarkan pembatasan untuk orang-orang yang datang dari Australia

"Ini adalah langkah penting pertama dalam memulihkan perjalanan internasional dan kami harap Perdana Menteri (Jacinda) Ardern untuk membalas budi dalam waktu dekat," ujar Berejiklian, merujuk pada PM Selandia Baru.

Hanya ada satu kasus penularan lokal di New South Wales -- negara bagian yang menjadi lokasi Sydney -- dalam 24 jam terakhir. Dituturkan Berejiklian bahwa dirinya akan mengumumkan pelonggaran lebih lanjut pekan depan, jika kasusnya tetap rendah.

Australia telah mengalami gelombang kedua, yang berpusat di negara bagian Victoria, khususnya kota Melbourne. Namun demikian, beban kasus di negara ini masih tidak seburuk di kawasan Eropa dan Amerika Utara. Dalam 24 jam terakhir, negara bagian Victoria melaporkan 2 kasus Corona -- tercatat sebagai tambahan kasus harian terendah sejak awal Juni.

Para pelancong dari Selandia Baru yang menumpang penerbangan 'tanpa karantina' akan diperbolehkan pergi ke New South Wales, Australian Capital Territory dan Northern Territory tanpa perlu menjalani karantina wajib setibanya di Australia.

Negara bagian Australia Barat, Queensland dan Tasmania masih menutup perbatasan atau membatasi akses masuk dengan menerapkan kewajiban karantina. Sementara warga negara bagian Victoria sangat dibatasi untuk bepergian ke mana saja.

(nvc/ita)