Penerbangan Pertama Tanpa Karantina Corona Mendarat di Australia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 12:26 WIB
Ilustrasi pesawat
Ilustrasi (iStock)

Premier New South Wales, Gladys Berejiklian, mengharapkan otoritas Selandia Baru melonggarkan pembatasan untuk orang-orang yang datang dari Australia

"Ini adalah langkah penting pertama dalam memulihkan perjalanan internasional dan kami harap Perdana Menteri (Jacinda) Ardern untuk membalas budi dalam waktu dekat," ujar Berejiklian, merujuk pada PM Selandia Baru.

Hanya ada satu kasus penularan lokal di New South Wales -- negara bagian yang menjadi lokasi Sydney -- dalam 24 jam terakhir. Dituturkan Berejiklian bahwa dirinya akan mengumumkan pelonggaran lebih lanjut pekan depan, jika kasusnya tetap rendah.

Australia telah mengalami gelombang kedua, yang berpusat di negara bagian Victoria, khususnya kota Melbourne. Namun demikian, beban kasus di negara ini masih tidak seburuk di kawasan Eropa dan Amerika Utara. Dalam 24 jam terakhir, negara bagian Victoria melaporkan 2 kasus Corona -- tercatat sebagai tambahan kasus harian terendah sejak awal Juni.

Para pelancong dari Selandia Baru yang menumpang penerbangan 'tanpa karantina' akan diperbolehkan pergi ke New South Wales, Australian Capital Territory dan Northern Territory tanpa perlu menjalani karantina wajib setibanya di Australia.

Negara bagian Australia Barat, Queensland dan Tasmania masih menutup perbatasan atau membatasi akses masuk dengan menerapkan kewajiban karantina. Sementara warga negara bagian Victoria sangat dibatasi untuk bepergian ke mana saja.

Halaman

(nvc/ita)