Round-Up

Demonstran Thailand Tetap Turun ke Jalan Meski Terancam Penangkapan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 04:31 WIB
Pro-democracy protesters push Thai policemen with riot shields during a demonstration in Bangkok, Thailand, Thursday, Oct. 15, 2020. Thai police dispersed a group of protesters holding an overnight rally outside the prime ministers office. (AP Photo/Rapeephat Sitichailapa)
Foto: Polisi Thailand mengamankan aksi unjuk rasa massa pro-demokrasi (AP/Rapeephat Sitichailapa)

Pemerintah Indonesia pun merespons penerbitan dekrit darurat tersebut. Pemerintah meminta agar warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Thailand mengikuti aturan yang berlaku.

Permintaan ini disampaikan KBRI Bangkok mencermati pengumuman Pemerintah Thailand mengenai pemberlakuan status 'Serious Emergency Situation' di wilayah Bangkok sesuai wewenang Perdana Menteri Thailand pada pasal 5 dan pasal 11 dalam Emergency Decree on Public Administration in Emergency Situation.

Ada 5 arahan KBRI Bangkok kepada WNI di Thailand. Berikut isinya:

1. Menghindari tempat-tempat yang menjadi lokasi berkumpulnya massa dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah setempat.

2. Tidak menyebarluaskan berita-berita terkait situasi dalam negeri Thailand yang berasal dari sumber-sumber tidak resmi atau tidak jelas kebenarannya (hoax) melalui media sosial atau media lainnya.

3. Tetap tenang dan waspada, terus memantau perkembangan situasi terutama dari media-media resmi Thailand atau dari media sosial KBRI Bangkok serta menjaga komunikasi dengan KBRI Bangkok dan simpul-simpul masyarakat Indonesia.

4. Mengingat situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, agar selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer secara berkala dan menjaga social/physical distancing.

5. Jika memerlukan informasi lebih lanjut dapat berkomunikasi melalui nomor hotline KBRI Bangkok +66929031103 dan +66961923237

Halaman

(zak/zak)