Menhan AS Nilai Rudal Antarbenua Korut Ancaman Serius Bagi Keamanan Dunia

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 02:51 WIB
US Secretary of Defense Mark Esper meets with New Zealand’s Defence Minister Ron Mark (not pictured) in Auckland on August 5, 2019. (Photo by MICHAEL BRADLEY / AFP)
Menhan AS Mark Esper (Foto: AFP)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Mark Esper mengatakan program nuklir dan rudal Korea Utara bisa menimbulkan ancaman global. Korea Utara memamerkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada parade militer.

Dilansir Reuters, Kamis (15/10/2020), kemunculan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru selama parade akhir pekan di Korea Utara itu memikat banyak analis Barat. Tetapi para pejabat Korea Selatan jauh lebih prihatin dengan tampilan sistem roket peluncuran ganda (MLRS) baru dan rudal jarak pendek yang cepat dan dapat bermanuver yang akan ideal untuk menyerang target tersebut.

Mark Esper menilai program program rudal nuklir dan balistik Korea Utara itu tetap jadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas dunia. Ia mengatakan itu sebelum melakukan pertemuan dengan mitranya dari Korea Selatan di Pentagon.

"Kami setuju bahwa program rudal nuklir dan balistik Korea Utara tetap menjadi ancaman serius bagi keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia," kata Esper.

"Amerika Serikat tetap berkomitmen terhadap keamanan Republik Korea," lanjutnya.

Dia menambahkan, bagaimanapun, Korea Selatan dan Amerika Serikat harus menemukan cara yang lebih adil untuk berbagi biaya pertahanan. Hal itu dilakukan agar tidak jatuh secara tidak adil pada pembayar pajak Amerika.

Sebelumnya diberitakan, Korea Utara memamerkan rudal balistik raksasa baru pada parade militer yang digelar hari ini. Senjata besar itu dipamerkan di Pyongyang dalam parade militer yang disiarkan stasiun televisi setempat.

Dilansir AFP, Sabtu (10/10/2020), setiap senjata dibawa pada transporter yang panjangnya 11 as. Ankit Panda dari Federasi Ilmuwan Amerika mencuit dalam akun Twitter-nya bahwa senjata itu adalah 'rudal berbahan bakar cair terbesar'.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan Korea Utara akan terus memperkuat militernya. Kim Jong Un juga menyebut pembicaraan dengan Amerika Serikat terhenti.

"Kami akan terus memperkuat militer kami untuk pertahanan diri dan pencegahan," kata Kim Jong Un dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

(ibh/ibh)