Raja Yordania Terima Surat Pengunduran Diri PM Omar Al Razzaz

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 13:54 WIB
Jordans Prime Minister Omar al-Razzaz gives a press conference in the southern port city of Aqaba on July 23, 2019, discussing projects in the area including an underwater military museum. (Photo by Khalil MAZRAAWI / AFP)
Foto Omar Al Razzaz: AFP/KHALIL MAZRAAWI
Amman -

Perdana Menteri Yordania, Omar al Razzaz mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengundurannya telah diterima Raja Yordania, Abdullah II.

Dilansir Reuters, Minggu (4/10/2020), Raja Yordania Abdullah pada Sabtu (3/10) menerima pengunduran diri Perdana Menteri Omar al Razzaz. Namun, Abdullah meminta Omar tetap menjabat sebagai PM Yordania sementara hingga dirinya menunjuk Perdana Menteri baru untuk mengawasi pemilihan parlemen pada 10 November mendatang.

Pemerintah Yordania akan melangsungkan pemungutan suara parlemen pada November mendatang. Pemerintahan yang baru nanti diharapkan bisa menekan penyebaran Corona (COVID-19) di mana sebulan terakhir ini pemerintah telah banyak menerima kritik.

Raja mengatakan kepada Razzaz dalam sepucuk surat yang menerima pengunduran dirinya bahwa kesalahan telah dibuat dalam penanganan pandemi. Raja khawatir sistem perawatan kesehatan bisa berada di ambang kehancuran jika penyebaran di masyarakat tidak terkendali.

Untuk diketahui, Jordan melaporkan 1.099 kasus baru pada hari Sabtu sehingga total kumulatif menjadi 14.749 infeksi dengan 88 kematian. Raja berharap perombakan yang lebih luas dan majelis baru nantinya dapat meredakan kekecewaan populer atas kesulitan ekonomi yang memburuk karena Corona dan pembatasan kebebasan sipil dan politik di bawah undang-undang darurat.

Omar Al Razzaz ditunjuk sebagai Perdana Menteri pada musim panas 2018 untuk meredakan protes terbesar selama bertahun-tahun terkait kenaikan pajak yang diminta oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengurangi utang publik Yordania yang besar. Omar ditunjuk menggantikan Hani Mulki yang mengundurkan diri.

(zap/gbr)