International Updates

Texas Darurat Bencana Gegara Amuba Pemakan Otak, China Gelar Latihan Militer

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 18:18 WIB
Amoeba merupakan makhluk mikroskopis.
Foto: Thinkstock

China baru-baru ini menjadi sorotan dengan kisah keberhasilan negara itu dalam menghentikan penyebaran virus Corona. Namun, AS telah membuat negara-negara lain mengkritik Beijing karena penanganan epidemi tersebut.

China sebelumnya dilaporkan telah meredam berita tentang COVID-19 ketika penyakit itu pertama kali muncul tahun lalu dan awalnya mengecilkan risiko penularan.

- Bocah Meninggal Akibat Amuba Pemakan Otak, Texas Umumkan Darurat Bencana

Seorang anak laki-laki berusia enam tahun di Texas, Amerika Serikat meninggal dunia setelah terinfeksi amuba pemakan otak, yang terdeteksi di pasokan air di kawasan rumahnya. Gubernur Texas pun mengeluarkan deklarasi darurat bencana usai kematian bocah itu.

Dilansir AFP, Selasa (29/9/2020), bocah tersebut meninggal dunia pada 8 September setelah infeksi yang disebabkan oleh amuba Naegleria fowleri, sejenis organisme mikroskopis yang berkembang biak di air danau atau sungai yang hangat dan segar. Amuba ini juga hidup di kolam renang yang tidak terawat dengan baik, demikian laporan media AS.

Amuba ini memasuki tubuh manusia melalui selaput hidung dan menembus ke otak. Kemudian penderitanya akan mengalami gejala migrain yang hebat, hipertermia, leher kaku dan muntah, kemudian pusing, kelelahan ekstrim, kebingungan dan halusinasi.

Pengujian mengungkap jejak amuba di keran selang taman di rumah bocah itu, kata juru bicara kota Lake Jackson, dikutip oleh media lokal.

- China Kembali Gelar Latihan Militer Serentak di Empat Perairan

Militer China menggelar kembali lima latihan militer secara serentak di empat perairan berbeda. Ini merupakan kedua kalinya dalam dua bulan terakhir, China menggelar latihan militer serentak di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (29/9/2020), kelima latihan militer itu digelar secara serentak mulai Senin (28/9) waktu setempat. Otoritas Keselamatan Maritim dalam pemberitahuannya menyatakan dua latihan di antaranya digelar di dekat Kepulauan Paracel di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa.

Satu latihan lainnya digelar di perairan Laut China Timur dan satu latihan lain digelar di Laut Bohai di wilayah utara China. Satu latihan lagi digelar di bagian selatan Laut Kuning.

- Pemerintahan Trump Bagikan 150 Juta Alat Tes Rapid Corona

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan pendistribusian 150 juta alat tes rapid virus Corona (COVID-19) di berbagai wilayahnya. Alat tes rapid Corona yang dibagikan pemerintah AS itu dipesan dari Abbott Laboratories dan mampu memberikan hasil dalam waktu 15 menit.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/9/2020), alat tes rapid Corona itu akan dikemas mirip alat tes kehamilan.

"Ini rencana kita: 50 juta tes akan dilakukan untuk melindungi komunitas paling rentan," ucap Trump, sembari menyebut panti jompo dan fasilitas untuk orang-orang yang butuh bantuan.

Halaman

(ita/ita)