International Updates

Xi Jinping Sebut Kebahagiaan di Xinjiang Meningkat, Iran Pamer Rudal Terbaru

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 28 Sep 2020 18:00 WIB
In this image made from UNTV video, Chinese President Xi Jinping speaks in a pre-recorded message which was played during the 75th session of the United Nations General Assembly, Tuesday, Sept. 22, 2020, at U.N. headquarters in New York. The U.N.s first virtual meeting of world leaders started Tuesday with pre-recorded speeches from some of the planets biggest powers, kept at home by the coronavirus pandemic that will likely be a dominant theme at their video gathering this year. (UNTV via AP)
Presiden China Xi Jinping (Foto: UNTV via APO)
Jakarta -

Presiden China, Xi Jinping, menyatakan bahwa level kebahagiaan di kalangan semua kelompok etnis di Xinjiang sedang meningkat. Xi menegaskan bahwa otoritas China berencana tetap melanjutkan pelatihan dan mengajar warga Xinjiang soal pandangan yang 'benar' tentang China.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/9/2020), China menuai kritikan atas perlakuannya terhadap etnis Muslim Uighur dan dugaan praktik kerja paksa di Xinjiang. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutip laporan kredibel menyebut 1 juta warga Muslim di Xinjiang ditahan di kamp-kamp untuk dipekerjakan.

Otoritas China telah berulang kali membantah adanya penganiayaan dan penindasan terhadap Uighur. Ditegaskan juga oleh China bahwa kamp-kamp di Xinjiang adalah pusat pelatihan kejuruan yang diperlukan untuk mengatasi ekstremisme.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (28/9/2020):

- Trump Dilaporkan Tak Bayar Pajak Selama 10 Tahun

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan hanya membayar pajak penghasilan federal sebesar US$ 750 pada tahun 2016, saat dia memenangkan pemilihan presiden (pilpres). Laporan menyebut Trump tidak membayar pajak penghasilan selama 10 tahun dari 15 tahun terakhir.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (28/9/2020), hal tersebut dilaporkan oleh media terkemuka AS, The New York Times (NYT), yang mengutip data pengembalian pajak Trump selama lebih dari 20 tahun terakhir. Menurut laporan NYT, Trump juga hanya membayar US$ 750 (Rp 11,2 juta) pada tahun pertamanya di Gedung Putih.

Tidak hanya itu, NYT juga melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak pendapatan sama sekali selama 10 tahun dari 15 tahun sebelumnya karena dia melaporkan kehilangan lebih banyak uang daripada yang dia hasilkan.

- Presiden China: Level Kebahagiaan di Xinjiang Naik, Pelatihan Lanjut Terus

Presiden China, Xi Jinping, menyatakan bahwa level kebahagiaan di kalangan semua kelompok etnis di Xinjiang sedang meningkat. Xi menegaskan bahwa otoritas China berencana tetap melanjutkan pelatihan dan mengajar warga Xinjiang soal pandangan yang 'benar' tentang China.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/9/2020), China menuai kritikan atas perlakuannya terhadap etnis Muslim Uighur dan dugaan praktik kerja paksa di Xinjiang. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mengutip laporan kredibel menyebut 1 juta warga Muslim di Xinjiang ditahan di kamp-kamp untuk dipekerjakan.

Selanjutnya
Halaman
1 2