International Updates

Kim Jong-Un Minta Maaf ke Korsel, China Hukum 1.112 Pejabat Gegara Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 17:56 WIB
Kabar kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un jadi perhatian dunia. Berbagai isu muncul terkait kondisi kesehatan orang nomor satu Korea Utara ini.
Pemimpin Korut Kim Jong-Un (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Otoritas Beijing di China menghukum sedikitnya 1.112 pejabat dan pegawai negeri di wilayahnya yang dianggap gagal menjalankan langkah pencegahan dan pengendalian virus Corona (COVID-19).

"Kota (Beijing) telah mengambil langkah-langkah ketat untuk mencegah dan mengendalikan penyakit dan telah menahan anggota Partai Komunis dan pejabat publik yang gagal memenuhi tugas mereka secara bertanggung jawab," demikian pernyataan Kongres Rakyat Kota Beijing, seperti dilansir CNN, Jumat (25/9/2020).

Pernyataan ini tidak menyebut secara detail soal bentuk hukuman yang dijatuhkan kepada para pejabat itu.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (25/9/2020):

- Pejabat Korsel Ditembak Mati Tentara Korut, Kim Jong-Un Minta Maaf

Korea Selatan (Korsel) menuturkan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, telah meminta maaf karena tentaranya menembak mati seorang pejabat perikanan Korsel yang dilaporkan hilang. Kim menyebut insiden itu 'tidak diduga'.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Jumat (25/9/2020), kantor kepresidenan Korsel mengungkapkan bahwa Kim Jong-Un menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah surat kepada kantor Presiden Korsel, Moon Jae-In.

Penasihat keamanan Presiden Moon, Suh Hoon, mengungkapkan bahwa dalam surat itu Kim Jong-Un mengatakan 'maaf' bahwa insiden itu mengecewakan publik Korsel dan menyatakan insiden itu tidak seharusnya terjadi.

- 1.112 Pejabat Beijing Dihukum karena Gagal Cegah Corona

Otoritas Beijing di China menghukum sedikitnya 1.112 pejabat dan pegawai negeri di wilayahnya yang dianggap gagal menjalankan langkah pencegahan dan pengendalian virus Corona (COVID-19).

Selanjutnya
Halaman
1 2