Pejabat Korsel Ditembak Mati Tentara Korut, Kim Jong-Un Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 13:54 WIB
FILE - In this Feb. 28, 2019 file photo, North Korean leader Kim Jong Un answers a question from reporters during a meeting with President Donald Trump in Hanoi. One important thing the North gets from the United Nations is a direct point of contact with the 192 other member nations, including a host of countries that would be loath to send their diplomats to pay homage in Pyongyang, pre-eminent among them, the United States. (AP Photo/ Evan Vucci, File)
Kim Jong-Un (AP Photo/ Evan Vucci, File)
Seoul -

Korea Selatan (Korsel) menuturkan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-Un, telah meminta maaf karena tentaranya menembak mati seorang pejabat perikanan Korsel yang dilaporkan hilang. Kim menyebut insiden itu 'tidak diduga'.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters, Jumat (25/9/2020), kantor kepresidenan Korsel mengungkapkan bahwa Kim Jong-Un menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah surat kepada kantor Presiden Korsel, Moon Jae-In.

Penasihat keamanan Presiden Moon, Suh Hoon, mengungkapkan bahwa dalam surat itu Kim Jong-Un mengatakan 'maaf' bahwa insiden itu mengecewakan publik Korsel dan menyatakan insiden itu tidak seharusnya terjadi.

Disebutkan juga bahwa Kim Jong-Un menyebut insiden tersebut 'tidak diduga' dan 'disayangkan'. Tergolong sangat tidak biasa bagi pemimpin Korut untuk meminta maaf kepada Korsel atas isu apapun.

Dalam suratnya, Korut juga menyebut penembakan pejabat Korsel, yang tidak disebut namanya itu, merupakan bagian dari langkah memerangi virus Corona (COVID-19).

Pada Kamis (24/9) waktu setempat, Korsel menuduh Korut menembak mati salah satu pejabatnya yang kemungkinan hendak membelot. Korut juga dituduh membakar jenazah pejabat Korsel itu setelah menemukannya di atas objek mengambang di perairan Korut, awal pekan ini.

Otoritas Korsel mengecam Korut atas apa yang disebut sebagai 'tindakan mengerikan' dan mendesak Korut menghukum mereka yang bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Suh Hoon mengungkapkan bahwa surat dari Korut itu mengakui tentaranya melepaskan lebih dari 10 tembakan ke pejabat Korsel itu setelah dia tidak menyebut identitasnya dan berusaha kabur. Surat dari Korut itu juga menegaskan bahwa tentaranya tidak membakar jenazah pejabat Korut itu dan hanya membakar perangkat pelampung yang digunakan pejabat itu, sesuai dengan manual antivirus Korut.

Tonton juga 'Pejabat Korsel Hilang, Menhan: Ditembak Militer Korea Utara':

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)