Trump Digugat Keponakan Atas Tuduhan Penipuan Terkait Warisan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 09:42 WIB
Covid-19: Donald Trump sengaja meremehkan virus corona padahal tahu sejak awal virus itu mematikan, sebut buku karya wartawan senior
Donald Trump (BBC World)

Banyak tuduhan dalam gugatan hukum itu yang telah diungkapkan Mary dalam bukunya yang dirilis Juli lalu, yang berjudul 'Too Much and Never Enough: How My Family Created the World's Most Dangerous Man'.

Dalam buku itu, Mary mengungkapkan bahwa dirinya disingkirkan dari surat wasiat kakeknya, Fred Trump Sr, karena kematian ayahnya, Fred Trump Jr, tahun 1981 silam. Disebutkan Mary bahwa saat itu dirinya mendapat penjelasan dari pamannya, mendiang Robert, yang menyatakan namanya dicoret dari surat wasiat karena ayahnya meninggal akibat alkoholisme dan sang ayah sudah tidak ada untuk menerima warisan.

Mary dan saudara laki-lakinya pernah menggugat keluarga Trump sebelumnya dan mencapai penyelesaian termasuk dengan adanya perjanjian tutup mulut (non-disclosure agreement). Sebelum meninggal, Robert berusaha keras menegakkan perjanjian tutup mulut itu untuk menggagalkan penerbitan buku Mary.

Dalam gugatannya, Mary juga menuduh Trump berupaya 'mencuri sejumlah besar uang dari saudara-saudaranya' secara diam-diam untuk mencoba mengubah surat wasiat mendiang ayahnya, agar nama saudara-saudaranya dicoret.

Menurut Mary dalam gugatannya, Trump dan saudara-saudaranya merancang dan melakukan tiga skema penipuan. Pertama, mereka diduga menyedot aset yang menjadi hak Mary dan menyalurkannya ke entitas-entitas milik mereka sambil menggambarkan transaksi itu sebagai bisnis yang sah.

Kedua, mereka diduga mengurangi nilai aset yang menjadi hak Mary dengan menggunakan penilaian dan laporan keuangan palsu. Ketiga, mereka menekan Mary untuk menandatangani surat penyelesaian dengan mengancam akan merenggut haknya dan membatalkan layanan kesehatan untuk saudara laki-laki yang saat itu masih bayi dan didiagnosis cerebral palsy.

"Melalui setiap skema ini, para tergugat tidak hanya secara sengaja menipu Mary dari apa yang menjadi haknya, tapi juga menyembunyikan hal ini -- sampai sekarang," tandas gugatan itu.

Halaman

(nvc/ita)