Round-Up

Perang Kata Trump-Xi Jinping di Tengah Sidang Umum PBB

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 22:53 WIB
Hubungan Presiden AS Donald Trump-Presiden China Xi Jinping memanas. Keretakan hubungan diplomasi itu karena Trump kecewa dengan China terkait virus Corona.
Foto: Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump (Getty Images)
Washington DC -

Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi ajang perang kata-kata antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Trump menyalahkan China atas merebaknya pandemi Corona, sedangkan Xi Jinping mendorong agar semua menolak politisasi Corona.

Sebagaimana diketahui, dalam rekaman video pidato yang sudah dirilis, Trump kembali menyalahkan China atas pandemi Corona.

"Pemerintah China, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - yang secara virtual dikendalikan oleh China - secara keliru menyatakan bahwa tidak ada bukti penularan dari manusia ke manusia," kata Trump seperti dilansir Reuters, Rabu (23/9/2020).

Trump pun meminta agar PBB meminta pertanggungjawaban China atas pandemi ini. "Nanti, mereka dengan keliru mengatakan orang tanpa gejala tidak akan menyebarkan penyakit... PBB harus meminta pertanggungjawaban China atas tindakan mereka," katanya.

Diketahui, bahwa Trump merekam pidatonya ini pada hari Senin (21/9) di Gedung Putih untuk disampaikan di Sidang Majelis Umum PBB yang digelar secara virtual, yang diadakan hampir minggu ini.

Trump berjanji untuk mendistribusikan vaksin dan berkata: "Kita akan mengalahkan virus, kami akan mengalahkan virus, dan kita akan mengakhiri pandemi dan memasuki era baru kemakmuran, kerja sama dan perdamaian."

Trump, yang sering mengkritik PBB, juga mengatakan dalam pidatonya bahwa jika PBB ingin efektif, PBB harus fokus pada "masalah dunia yang sebenarnya" seperti "terorisme, penindasan terhadap wanita, kerja paksa, perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan seks, penganiayaan agama, dan pembersihan etnis minoritas agama."

Sementara itu, Xi Jinping, menyerukan dunia untuk menolak politisasi terhadap pandemi virus Corona (COVID-19) yang merajalela. Xi juga menegaskan bahwa China tidak berniat untuk terlibat dalam 'perang' apapun dengan negara manapun.

Selanjutnya
Halaman
1 2